Hello my Brother and Sister, let's to my story :)
Romans 12:2: "Do not conform any longer to the pattern of this
world, but be transformed by the renewing of your mind. Then you will be
able to test and approve (mengakui)
what God's will is – His good, pleasing and perfect will" (NIV).
APAKAH “TRANSFORMASI HIDUP” ITU?
Transformasi hidup
adalah perubahan, baik yang bersifat radikal (seketika) maupun progresif
(bertahap) , yang diperlukan untuk memampukan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa untuk dapat kembali
melakukan hal yang benar menurut pandangan
Tuhan. Kata “transformasi” berasal dari dua kata dasar yaitu “trans” dan
“form”. Trans berarti dari sisi satu kesisi lainnya (across) atau melampaui
(beyond). Form disini berarti bentuk. Transformasi berarti perubahan bentuk
yang lebih dari atau melampaui perubahan bungkus luar saja. Jadi, pada dasarnya
transformasi berarti perubahan bentuk. Kata metamorphoo bersinonim dengan
transformasi namun kata metamorphoo ketika saya cari di Google kebanyakan
berkaitan dengan bible study. Dan dalam perjanjian baru ada 4 kali kata ini
disebutkan.
Nah, dalam
bertransformasi/ mengalami metamorphoo ada 3 hal yang kita alami:
1.
1. Perubahan Posisi
Inilah
transformasi tingkat pertama/pengesahan yang terjadi ketika seseorang percaya
kepada Tuhan Yesus Kristus Ini merupakan transformasi dalam lingkup yang tidak
kelihatan karena ini berbicara mengenai hati kita dan keputusan kita. .4
Transformasi ini terjadi secara seketika yang dalam Soteriologi disebut kata
Yunani “palingenesia” yang artinya “pembaharuan, kelahiran kembali, lahir baru,
atau regenerasi”. 5 Paulus menyebutnya dengan istilah “ciptaan baru” (2
Korintus 5:17). Pada tingkat ini secara judikal seseorang mengalami perubahan
status atau posisi dari orang berdosa menjadi orang benar, dari musuh Allah menjadi
anak Allah, dari orang yang mengalami kematian kekal menjadi mendapat hidup
yang kekal.
2.
2. Transformasi Perilaku (Behavior Transformation)
Transformasi perilaku
ini diawali oleh transformasi pikiran, yang Paulus sebut sebagai “pembaharuan
budi”. Yang dimaksud dengan perilaku (behavior) ialah karakter, sikap,
perbuatan atau tindakan seseorang yang dapat dilihat (visible), diamati
(observable), dan dapat diukur (measurable). Berbeda dengan transformasi posisi
yang terjadi secara seketika, maka transformasi perilaku terjadi secara
bertahap sebagai suatu proses. (bersifat radikal (seketika) maupun progresif (bertahap))
Alkitab menyebutnya
dengan istilah “pengudusan” yang dinamis. Paulus mengatakan “..karena kamu
telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia
baru yang terus-menerus diperbaharui untuk
memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:9-10). Ayat ini menjelaskan
kepada kita bahwa setelah lahir baru kita harus terus menerus mengalami proses
pengudusan mencakup pengudusan pikiran, kehendak, emosi, dan hati nurani;
pengudusan sifat-sifat maupun perilaku kita.7 Selanjutnya, Paulus menasehati
“berubahlah oleh pembaharuan budimu(nous)’. Kata Yunani “nous” yang digunakan
disini berarti “akal budi atau pikiran”. Pembaharuan nous adalah syarat untuk
bisa mengenal dan melakukan kehendak Allah. Apa yang diyakini oleh pikiran
(nous) akan mempengaruhi perilaku (behavior) seseorang (Roma 14:1-8).
Pembaharuan akal budi (nous) akan menghasilkan hidup kudus. Dengan demikian
pengalaman transformasi perilaku atau tindakan adalah hasil dari pembaharuan
akal budi.8 Paulus dalam Efesus 4:17-32, berbicara tentang transformasi
perilaku setelah sebelumnya mengalami transformasi posisi. Disini terlihat,
terjadi perubahan dari yang tidak baik menjadi baik, dari perilaku negatif ke
perilaku positif.
Transformasi pada
tingkat ini juga sangat berkaitan dengan pertumbuhan rohani seseorang sejak pengalaman
regenerasi hingga dewasa rohani. Orang percaya perlu bertumbuh secara rohani.
Agar kerohanian bertumbuh secara normal seseorang harus melakukan tiga hal
yaitu: makan, minum dan latihan. Ketiganya merupakan sesuatu yang harus ada
sejak pengalaman regenerasi hingga dewasa. Tuhan tidak ingin anak-anakNya
mengalami stagnansi atau berhenti pertumbuhannya. Hal-hal yang dapat membantu
pertumbuhan rohani kita antara lain : Firman Tuhan, adalah makanan dan minuman
rohani bagi orang percaya yang memberi pertumbuhan dan pengertian (Mazmur
119:105,130). Ibadah dan doa kepada Tuhan harus menjadi bagian yang tak
terpisahkan dari hidup kita, untuk itu diperlukan latihan dan disiplin diri.
Bahkan, masalah-masalah yang kita hadapi sehari-hari dapat dipakai Allah sebagai
sarana untuk melatih kita menjadi orang Kristen yang dewasa dan kuat. 10 Dibutuhkan
suatu usaha, tekad dan kemauan yang kuat untuk menunjukkan karakter yang sudah
dikuduskan dan buah-buah yang baik dalam hidup kita sehari-hari. Roh Kudus yang
membaharui akan memberi kemampuan kepada orang Kristen yang bersungguh-sungguh.
Karena itu setiap orang Kristen dituntut untuk penuh dengan Roh Kudus (Efesus
5:18).11 Kepenuhan Roh Kudus merupakan suatu pengalaman yang harus terus
menerus diulang selama hidup orang percaya, dan dipertahankan agar jangan
sampai hilang atau padam. Namun jika hilang masih dapat ditemukan kembali, jika
padam masih dapat dinyalakan lagi (Efesus 5:18; 1 Tesalonika 5:19). Untuk hidup
dalam Roh maka orang percaya harus taat sepenuhnya kepada pimpinan Roh Kudus
dalam hidup mereka (Galatia 5:25). Kehidupan dalam Roh adalah bagaimana cara
kita mengikuti dan respon pada pimpinan Roh dan taat kepada apa yang
dikehendakiNya. Untuk taat kepada Roh Kudus dibutuhkan iman dan penyerahan diri
sepenuhnya.
Aplikasinya :
Jatuh
kedalam dosa : gambar diri yang rusak, tidak taat
pada otoritas
Benar
menurut pandangan Tuhan:
Tuhan menciptakan kita
adalah merupakan pribadi yang luar biasa, Dia menaruhkan visiNya pada diri kita
masing-masing. Dia menciptakan kita serupa dan segambar dengan Dia.Dia sudah
berikan kita talenta dalam diri kita masing-masing tetapi yang terjadi ketika
kita jatuh pada gambar diri yang rusak dan kita menganggap diri kita tidak
berharga, kita ga Percaya Diri, merasa kita adalah orang yang gagal maka semua
yang sudah Tuhan tanamkan itu akan rusak dan terpendam. Kita tidak bisa
menyelesaikan panggilan Allah dalam hidup kita karena kita sendiri tidak
mengerti akan apa yang kita miliki. Maka dari itu kita perlu
bertransformasi/metamorphoo/mengalami perubahan supaya kita mengerti apa
sebenarnya kehendakNya dalam kehidupan kita. (renewing of your mind)
2 Corinthians 3.18 “But we all, with
unveiled face beholding as in a mirror the glory of theLord, are being transformed into the same image from glory to glory, just as from the
Lord, the Spirit.”
Dampak ketika kita
bertransformasi adalah tuhan membawa kita dari satu kemulian kepada kemuliaan
selanjutnya. Coba saudara renungkan sudah kemana saja Tuhan membawa saudara J
3. Transformasi komunitas (Community Transformation)
Transformasi komunitas
ini terjadi karena kehadiran orang percaya. Komunitas ialah lingkungan hidup
tempat dimana seseorang berinteraksi dengan orang lain. Dalam berinteraksi akan
ada “saling mempengaruhi” yang bersifat negatif ataupun positif.
Dalam Yohanes 17:22,23,
Tuhan Yesus telah berkata : “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan,
yang Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita
adalah satu : Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempuna
menjadi satu, agar dunia tahu bahwa Engkau yang telah mengutus Aku ...”.
Menginterpretasikan ayat tersebut maka jelas bahwa Yesus telah memberikan
kemuliaanNya kepada para muridNya dan juga kepada orang-orang percaya, karena
sebelumnya Yesus telah berkata : “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa,
tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka”
(Yohanes 17:20). Akibat dari kemuliaan yang diberikan tersebut orang percaya
menjadi satu. Kemuliaan Tuhan Yesus yang diberikan kepada tubuhNya inilah yang
dilihat oleh dunia sehingga mereka percaya (Yohanes 17:21,23).
Segala sesuatu adalah
bagi kemuliaanTuhan (Roma 11:36; Kolose 1:16). Tujuan utama alam semesta adalah
menunjukkan kemuliaan Tuhan. Itulah alasan bagi segala sesuatu yang ada termasuk
manusia. Tuhan menjadikan segala sesuatu bagi kemuliaanNya. Tanpa kemuliaan
Tuhan tidak akan ada apapun. Penciptaan dari dunia ini dirancang untuk
menyatakan kemuliaan Tuhan (Mazmur 19:2); Tindakan Tuhan yang berdaulat dimana
Ia menetapkan orang percaya untuk diselamatkan adalah untuk memuji kemuliaan
anugerahNya (Efesus 1:4-6,11-12). Tuhan dimuliakan dalam pernyataan dari
anugerah yang tidak bersyarat (unconditional grace) seperti yang tertulis dalam
Roma 9:23; Wahyu 4:11. Itulah sebabnya tidak keliru untuk beranggapan bahwa
kesatuan tema dari Kitab suci adalah kemuliaan Allah.
EPILOG
Kisah bangsa Israel dalam Perjanjian Lama, memberi gambaran menarik tentang hal
ini. Saat bangsa Israel baik-baik mendengarkan suara Tuhan Allah dan melakukan
dengan setia segala perintahNya, maka mereka akan mengalami hidup yang
diberkati sesuai dengan janji Tuhan (Ulangan 28:1-14).16 Tetapi, saat mereka
menolak untuk mendengarkan suara Tuhan Allah, tidak melakukan dengan setia
segala ketetapan dan perintahNya maka mereka akan mengalami hidup yang terkutuk
(Ulangan 28:15-45). Sikap hati dan cara hidup mereka sehari-hari yang sesuai
dengan kehendak Tuhan, berpengaruh positif atas kehidupan mereka. Bila hidup
mereka berkenan kepada Tuhan, maka tidak hanya diri mereka yang diberkati
tetapi keturunan mereka, kota dimana mereka berada, hasil pertanian,
perkebunan, ternak, dan sebagainya mengalami berkat juga. Inilah azas dan
prinsip transformasi dimana Tuhan menyatakan kemuliaanNya melalui umatNya. Azas
dan prinsip tersebut masih berlaku juga bagi kehidupan Kristen dan gereja masa
kini yang mengharapkan terjadinya transformasi atas keluarga, lingkungan, kota
bahkan negara dan bangsanya. Saat ini, belum terlambat, kita masih dapat
mengharapkan hal-hal seperti ini terjadi dalam hidup kita dan lingkungan kita.
Gereja mula-mula telah mencerminkan kemuliaan kristus dalam hidup mereka
sehari-hari, dalam hal kasih dan berbagi apa yang dipunyai. Alkitab mengatakan
: “Mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah
mereka dengan orang-orang yang diselamatkan” (Kisah 2:47).
KESAKSIAN
Saya adalah seorang
yang sangat pemalu. Jangankan untuk berbicara didepan orang ramai, menatap mata
lawan bicara saya pun tak mampu karena saya begitu menganggap diri saya rendah.
Saya adalah wanita kurus dengan kulit yang hitam dihiasi mahkota pirang nan
tipis dikepalaku. Sering dikucilkan adalah hal yang biasa aku terima baik
berupa sindiran, penolakan dan bullyan teman-teman cowok ku. Sedih memang jika
mengingat hal ini. Selain itu aku sangat malu untuk bernyanyi didepan orang
ramai.. hahahaha, bahkan lebih dari ini guys untuk mencontohkan 1 baris saja
dari lirik lagu aku tak mampu. Ketakutan selalu bersamaku dikala nanti suaraku
pecah, bergoyang, ga nyampe, itu yang selalu menaungi otakku ketika bernyanyi
walau hanya 1 bait syair. Hmmmm... sosok yang malang untuk dikenang. Semua tentu
ada akarnya, sehingga merembet ke syaraf pikiran, hati, dan menjadi akar pahit
untuk sekitarku. Sesungguhnya hal ini terjadi karena diwaktu SD ketika aku
bernyanyi lagu daerah untuk tugas muatan lokal aku tak sampai dinada tinggi,
kemudian aku berhenti dan menatap sekitarku. Guruku, teman-temanku, bahkan dia
orang yang aku suka kala itu, tanpa terkecuali menertawakanku dan membuat aku
berhenti lalu mengambil nada rendah seraya menunduk saja. Itu masih SD dan
terbawa hingga aku kuliah guys,, kalian bisa menilai betapa aku tidak
berkembang. Tapi memang dibalik semua yang terjadi ini, mendatangkan berkat
yang besar walaupun aku harus tumbuh dengan kepahitan terhadap hal-hal seperti
itu. Karena sering diremehkan, aku tumbuh menjadi gadis pekerja keras dengan
mimpi-mimpi yang besar untuk pembuktian diri terhadap insan-ibsan yang menghina
dan meremehkanku. Namun, sosok ini menjadikan aku ingin selalu menonjol,
pencemburu, iri hati, dan takut akan kegagalan. Ini hanyalah segilintir dari
masa laluku untuk memperlihatkan bagaimana Tuhan mentransformasi hidupku.
Setelah aku tahu
kebenaran yang menguatkan aku bahwa betapa berharganya diriku Tuhan ciptakan
sehingga Ia rela mengaruniakan anaknya yang tunggal untukku. (Ilustrasi: Tidak
mungkin kamu mau menjual hp samsung yang dibeli dengan harga 3 juta dengan
jangka pemakaian masih 1 tahun dengan harga 1 juta. Begitu juga Tuhan ga
mungkin mau menukarkan anakNya yang tunggal kalau kamu ga berharga). Dan ketika
aku sadar akan hal ini aku berubah sedikit demi sedikit. Sekarang aku adalah
seorang MC, Penyiar radio, Model. Kalau saja
aku masih pada tahap diriku ssebelumnya maka dapat dipastikan potensi ini akan
terkubur dan tak pernah muncul kepermukaan. Inilah kenapa aku bangga
bertransformasi. Bahkan luar biasa Tuhan menunjukkan berkatnya, skarang dalam
berbagai event kerohanian aku dipercaya untuk menjadi Worship Leader, God is
goo ALL THE TIME. Maha besar Tuhan yang menjadikan segala sesuatu. Aku percaya
bahwa ketika aku menajdi WL bukan suaraku yang ingin didengarkan mereka tetapi
bagaimana hadirat Tuhan Turun atas mereka. J
Sekian ceritaku. Tuhan
memberkatimu untuk terus bermethamorphoo J.