Senin, 09 Juni 2014

Sharing plus kesaksian hidup Metamorphoo


Hello my Brother and Sister, let's to my story :)

Romans 12:2: "Do not conform any longer to the pattern of this world, but be transformed by the renewing of your mind.  Then you will be able to test and approve (mengakui) what God's will is – His good, pleasing and perfect will" (NIV).

APAKAH “TRANSFORMASI HIDUP” ITU?

Transformasi hidup adalah perubahan, baik yang bersifat radikal (seketika) maupun progresif (bertahap) , yang diperlukan untuk memampukan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa untuk dapat kembali melakukan hal yang benar menurut pandangan Tuhan. Kata “transformasi” berasal dari dua kata dasar yaitu “trans” dan “form”. Trans berarti dari sisi satu kesisi lainnya (across) atau melampaui (beyond). Form disini berarti bentuk. Transformasi berarti perubahan bentuk yang lebih dari atau melampaui perubahan bungkus luar saja. Jadi, pada dasarnya transformasi berarti perubahan bentuk. Kata metamorphoo bersinonim dengan transformasi namun kata metamorphoo ketika saya cari di Google kebanyakan berkaitan dengan bible study. Dan dalam perjanjian baru ada 4 kali kata ini disebutkan.

Nah, dalam bertransformasi/ mengalami metamorphoo ada 3 hal yang kita alami:
1.       
      1. Perubahan Posisi 

     Inilah transformasi tingkat pertama/pengesahan yang terjadi ketika seseorang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus Ini merupakan transformasi dalam lingkup yang tidak kelihatan karena ini berbicara mengenai hati kita dan keputusan kita. .4 Transformasi ini terjadi secara seketika yang dalam Soteriologi disebut kata Yunani “palingenesia” yang artinya “pembaharuan, kelahiran kembali, lahir baru, atau regenerasi”. 5 Paulus menyebutnya dengan istilah “ciptaan baru” (2 Korintus 5:17). Pada tingkat ini secara judikal seseorang mengalami perubahan status atau posisi dari orang berdosa menjadi orang benar, dari musuh Allah menjadi anak Allah, dari orang yang mengalami kematian kekal menjadi mendapat hidup yang kekal.
2.       
      2. Transformasi Perilaku (Behavior Transformation)

      Transformasi perilaku ini diawali oleh transformasi pikiran, yang Paulus sebut sebagai “pembaharuan budi”. Yang dimaksud dengan perilaku (behavior) ialah karakter, sikap, perbuatan atau tindakan seseorang yang dapat dilihat (visible), diamati (observable), dan dapat diukur (measurable). Berbeda dengan transformasi posisi yang terjadi secara seketika, maka transformasi perilaku terjadi secara bertahap sebagai suatu proses. (bersifat radikal (seketika) maupun progresif (bertahap))
      Alkitab menyebutnya dengan istilah “pengudusan” yang dinamis. Paulus mengatakan “..karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:9-10). Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa setelah lahir baru kita harus terus menerus mengalami proses pengudusan mencakup pengudusan pikiran, kehendak, emosi, dan hati nurani; pengudusan sifat-sifat maupun perilaku kita.7 Selanjutnya, Paulus menasehati “berubahlah oleh pembaharuan budimu(nous)’. Kata Yunani “nous” yang digunakan disini berarti “akal budi atau pikiran”. Pembaharuan nous adalah syarat untuk bisa mengenal dan melakukan kehendak Allah. Apa yang diyakini oleh pikiran (nous) akan mempengaruhi perilaku (behavior) seseorang (Roma 14:1-8). Pembaharuan akal budi (nous) akan menghasilkan hidup kudus. Dengan demikian pengalaman transformasi perilaku atau tindakan adalah hasil dari pembaharuan akal budi.8 Paulus dalam Efesus 4:17-32, berbicara tentang transformasi perilaku setelah sebelumnya mengalami transformasi posisi. Disini terlihat, terjadi perubahan dari yang tidak baik menjadi baik, dari perilaku negatif ke perilaku positif.
     Transformasi pada tingkat ini juga sangat berkaitan dengan pertumbuhan rohani seseorang sejak pengalaman regenerasi hingga dewasa rohani. Orang percaya perlu bertumbuh secara rohani. Agar kerohanian bertumbuh secara normal seseorang harus melakukan tiga hal yaitu: makan, minum dan latihan. Ketiganya merupakan sesuatu yang harus ada sejak pengalaman regenerasi hingga dewasa. Tuhan tidak ingin anak-anakNya mengalami stagnansi atau berhenti pertumbuhannya. Hal-hal yang dapat membantu pertumbuhan rohani kita antara lain : Firman Tuhan, adalah makanan dan minuman rohani bagi orang percaya yang memberi pertumbuhan dan pengertian (Mazmur 119:105,130). Ibadah dan doa kepada Tuhan harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita, untuk itu diperlukan latihan dan disiplin diri. Bahkan, masalah-masalah yang kita hadapi sehari-hari dapat dipakai Allah sebagai sarana untuk melatih kita menjadi orang Kristen yang dewasa dan kuat. 10 Dibutuhkan suatu usaha, tekad dan kemauan yang kuat untuk menunjukkan karakter yang sudah dikuduskan dan buah-buah yang baik dalam hidup kita sehari-hari. Roh Kudus yang membaharui akan memberi kemampuan kepada orang Kristen yang bersungguh-sungguh. Karena itu setiap orang Kristen dituntut untuk penuh dengan Roh Kudus (Efesus 5:18).11 Kepenuhan Roh Kudus merupakan suatu pengalaman yang harus terus menerus diulang selama hidup orang percaya, dan dipertahankan agar jangan sampai hilang atau padam. Namun jika hilang masih dapat ditemukan kembali, jika padam masih dapat dinyalakan lagi (Efesus 5:18; 1 Tesalonika 5:19). Untuk hidup dalam Roh maka orang percaya harus taat sepenuhnya kepada pimpinan Roh Kudus dalam hidup mereka (Galatia 5:25). Kehidupan dalam Roh adalah bagaimana cara kita mengikuti dan respon pada pimpinan Roh dan taat kepada apa yang dikehendakiNya. Untuk taat kepada Roh Kudus dibutuhkan iman dan penyerahan diri sepenuhnya.

Aplikasinya :

Jatuh kedalam dosa : gambar diri yang rusak, tidak taat pada otoritas

Benar menurut pandangan Tuhan:

Tuhan menciptakan kita adalah merupakan pribadi yang luar biasa, Dia menaruhkan visiNya pada diri kita masing-masing. Dia menciptakan kita serupa dan segambar dengan Dia.Dia sudah berikan kita talenta dalam diri kita masing-masing tetapi yang terjadi ketika kita jatuh pada gambar diri yang rusak dan kita menganggap diri kita tidak berharga, kita ga Percaya Diri, merasa kita adalah orang yang gagal maka semua yang sudah Tuhan tanamkan itu akan rusak dan terpendam. Kita tidak bisa menyelesaikan panggilan Allah dalam hidup kita karena kita sendiri tidak mengerti akan apa yang kita miliki. Maka dari itu kita perlu bertransformasi/metamorphoo/mengalami perubahan supaya kita mengerti apa sebenarnya kehendakNya dalam kehidupan kita. (renewing of your mind)

2 Corinthians 3.18 “But we all, with unveiled face beholding as in a mirror the glory of theLord, are being transformed into the same image from glory to glory, just as from the Lord, the Spirit.”
Dampak ketika kita bertransformasi adalah tuhan membawa kita dari satu kemulian kepada kemuliaan selanjutnya. Coba saudara renungkan sudah kemana saja Tuhan membawa saudara J

3. Transformasi komunitas (Community Transformation)

Transformasi komunitas ini terjadi karena kehadiran orang percaya. Komunitas ialah lingkungan hidup tempat dimana seseorang berinteraksi dengan orang lain. Dalam berinteraksi akan ada “saling mempengaruhi” yang bersifat negatif ataupun positif.

Dalam Yohanes 17:22,23, Tuhan Yesus telah berkata : “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepadaKu, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu : Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempuna menjadi satu, agar dunia tahu bahwa Engkau yang telah mengutus Aku ...”. Menginterpretasikan ayat tersebut maka jelas bahwa Yesus telah memberikan kemuliaanNya kepada para muridNya dan juga kepada orang-orang percaya, karena sebelumnya Yesus telah berkata : “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepadaKu oleh pemberitaan mereka” (Yohanes 17:20). Akibat dari kemuliaan yang diberikan tersebut orang percaya menjadi satu. Kemuliaan Tuhan Yesus yang diberikan kepada tubuhNya inilah yang dilihat oleh dunia sehingga mereka percaya (Yohanes 17:21,23).

Segala sesuatu adalah bagi kemuliaanTuhan (Roma 11:36; Kolose 1:16). Tujuan utama alam semesta adalah menunjukkan kemuliaan Tuhan. Itulah alasan bagi segala sesuatu yang ada termasuk manusia. Tuhan menjadikan segala sesuatu bagi kemuliaanNya. Tanpa kemuliaan Tuhan tidak akan ada apapun. Penciptaan dari dunia ini dirancang untuk menyatakan kemuliaan Tuhan (Mazmur 19:2); Tindakan Tuhan yang berdaulat dimana Ia menetapkan orang percaya untuk diselamatkan adalah untuk memuji kemuliaan anugerahNya (Efesus 1:4-6,11-12). Tuhan dimuliakan dalam pernyataan dari anugerah yang tidak bersyarat (unconditional grace) seperti yang tertulis dalam Roma 9:23; Wahyu 4:11. Itulah sebabnya tidak keliru untuk beranggapan bahwa kesatuan tema dari Kitab suci adalah kemuliaan Allah. 

EPILOG

Kisah bangsa Israel dalam Perjanjian Lama, memberi gambaran menarik tentang hal ini. Saat bangsa Israel baik-baik mendengarkan suara Tuhan Allah dan melakukan dengan setia segala perintahNya, maka mereka akan mengalami hidup yang diberkati sesuai dengan janji Tuhan (Ulangan 28:1-14).16 Tetapi, saat mereka menolak untuk mendengarkan suara Tuhan Allah, tidak melakukan dengan setia segala ketetapan dan perintahNya maka mereka akan mengalami hidup yang terkutuk (Ulangan 28:15-45). Sikap hati dan cara hidup mereka sehari-hari yang sesuai dengan kehendak Tuhan, berpengaruh positif atas kehidupan mereka. Bila hidup mereka berkenan kepada Tuhan, maka tidak hanya diri mereka yang diberkati tetapi keturunan mereka, kota dimana mereka berada, hasil pertanian, perkebunan, ternak, dan sebagainya mengalami berkat juga. Inilah azas dan prinsip transformasi dimana Tuhan menyatakan kemuliaanNya melalui umatNya. Azas dan prinsip tersebut masih berlaku juga bagi kehidupan Kristen dan gereja masa kini yang mengharapkan terjadinya transformasi atas keluarga, lingkungan, kota bahkan negara dan bangsanya. Saat ini, belum terlambat, kita masih dapat mengharapkan hal-hal seperti ini terjadi dalam hidup kita dan lingkungan kita. Gereja mula-mula telah mencerminkan kemuliaan kristus dalam hidup mereka sehari-hari, dalam hal kasih dan berbagi apa yang dipunyai. Alkitab mengatakan : “Mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambahkan jumlah mereka dengan orang-orang yang diselamatkan” (Kisah 2:47).

KESAKSIAN

Saya adalah seorang yang sangat pemalu. Jangankan untuk berbicara didepan orang ramai, menatap mata 
lawan bicara saya pun tak mampu karena saya begitu menganggap diri saya rendah. Saya adalah wanita kurus dengan kulit yang hitam dihiasi mahkota pirang nan tipis dikepalaku. Sering dikucilkan adalah hal yang biasa aku terima baik berupa sindiran, penolakan dan bullyan teman-teman cowok ku. Sedih memang jika mengingat hal ini. Selain itu aku sangat malu untuk bernyanyi didepan orang ramai.. hahahaha, bahkan lebih dari ini guys untuk mencontohkan 1 baris saja dari lirik lagu aku tak mampu. Ketakutan selalu bersamaku dikala nanti suaraku pecah, bergoyang, ga nyampe, itu yang selalu menaungi otakku ketika bernyanyi walau hanya 1 bait syair. Hmmmm... sosok yang malang untuk dikenang. Semua tentu ada akarnya, sehingga merembet ke syaraf pikiran, hati, dan menjadi akar pahit untuk sekitarku. Sesungguhnya hal ini terjadi karena diwaktu SD ketika aku bernyanyi lagu daerah untuk tugas muatan lokal aku tak sampai dinada tinggi, kemudian aku berhenti dan menatap sekitarku. Guruku, teman-temanku, bahkan dia orang yang aku suka kala itu, tanpa terkecuali menertawakanku dan membuat aku berhenti lalu mengambil nada rendah seraya menunduk saja. Itu masih SD dan terbawa hingga aku kuliah guys,, kalian bisa menilai betapa aku tidak berkembang. Tapi memang dibalik semua yang terjadi ini, mendatangkan berkat yang besar walaupun aku harus tumbuh dengan kepahitan terhadap hal-hal seperti itu. Karena sering diremehkan, aku tumbuh menjadi gadis pekerja keras dengan mimpi-mimpi yang besar untuk pembuktian diri terhadap insan-ibsan yang menghina dan meremehkanku. Namun, sosok ini menjadikan aku ingin selalu menonjol, pencemburu, iri hati, dan takut akan kegagalan. Ini hanyalah segilintir dari masa laluku untuk memperlihatkan bagaimana Tuhan mentransformasi hidupku.

Setelah aku tahu kebenaran yang menguatkan aku bahwa betapa berharganya diriku Tuhan ciptakan sehingga Ia rela mengaruniakan anaknya yang tunggal untukku. (Ilustrasi: Tidak mungkin kamu mau menjual hp samsung yang dibeli dengan harga 3 juta dengan jangka pemakaian masih 1 tahun dengan harga 1 juta. Begitu juga Tuhan ga mungkin mau menukarkan anakNya yang tunggal kalau kamu ga berharga). Dan ketika aku sadar akan hal ini aku berubah sedikit demi sedikit. Sekarang aku adalah seorang MC, Penyiar radio, Model.  Kalau saja aku masih pada tahap diriku ssebelumnya maka dapat dipastikan potensi ini akan terkubur dan tak pernah muncul kepermukaan. Inilah kenapa aku bangga bertransformasi. Bahkan luar biasa Tuhan menunjukkan berkatnya, skarang dalam berbagai event kerohanian aku dipercaya untuk menjadi Worship Leader, God is goo ALL THE TIME. Maha besar Tuhan yang menjadikan segala sesuatu. Aku percaya bahwa ketika aku menajdi WL bukan suaraku yang ingin didengarkan mereka tetapi bagaimana hadirat Tuhan Turun atas mereka. J

Sekian ceritaku. Tuhan memberkatimu untuk terus bermethamorphoo J.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar