Jumat, 18 Maret 2016

OBEY GOD'S COMMAND



Obey God's commands

In everything that he undertook in the service of God's temple and in obedience to the law and the commands, he sought his God and worked wholeheartedly. And so he prospered.

2 Chronicles 31:21
2 tawarikh 31:21
 
Robert Ginnett, seorang peneliti di Pusat Kepemimpinan Kreatif di Colorado Springs, mendapati bahwa nilai-nilai yang kita klaim sebagai milik kita ternyata tidak begitu sesuai dengan tindakan nyata yang mungkin kita pikirkan.

Seorang eksekutif bisnis yang mengatakan bahwa putrinya yang berusia lima tahun adalah bagian paling berharga dari hidupnya, menyadari bahwa biasanya ia berangkat kerja sebelum putrinya bangun dan sering pulang ke rumah setelah putrinya itu tidur di malam hari. Maka pada hari Sabtu, ia meluangkan waktu bersama putrinya dan mengajaknya pergi ke kantornya. Setelah melihat berkeliling, putrinya bertanya, “Ayah, inikah tempat tinggalmu?” Ia mungkin menyatakan bahwa putrinya itu penting baginya, tetapi tindakannya telah mencerminkan apa yang sesungguhnya ia hargai.

Ketika kita menerima Tuhan sebagai Juruslamat kita secara otomatis Roh kudus masuk dalam kehidupan kita. Namun kita perlu menyadari bahwa walau demikian untuk membuat Roh Kudus tetap tinggal dalam kita, kita harus hidup sebagai orang benar. Tentu ini merupakan sebuah perjuangan hidup, dimana setiap saat kita harus terus berusaha berkenan kepadaNya. Seperti Paulus, ia menyadari benar sekalipun ia telah melayani Tuhan dengan memberikan seluruh hidupnya hanya untuk menyampaikan injil Kerajaan Sorga bagi banyak orang, itu belum menjadi jaminan ia akan bisa diterima oleh Tuhan di dalam KerajaanNya, karena ia tahu bahwa pada akhirnya setiap orang harus menghadap takhta pengadilan Allah. (I Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.)

Walaupun kita sudah dibenarkan, kita tidak boleh hidup sesuka hati dalam menikmati hidup di dunia ini dengan segala kesenangannya. Hidup kita merupakan bait Allah yang patut kita hargai. Tindakan kita dalam kehidupan kita akan mencerminkan siapa yang kita hargai, Keinginan Tuhan atau keinginan kita semata?  Untuk hidup berkenan kepada Allah, salah satu kuncinya adalah “ketaatan” pada perintah Tuhan. Dalam hubungan kita dengan Kristus, Dia meminta ketaatan kita, bukan perasaan nyaman atau pernyataan percaya. Dia bertanya kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Lukas 6:46). Tuhan bekerja dengan memanifestasikan pekerjaannya dalam kehidupan kita. Inilah kenapa penting bagi kita hidup berkenan sehingga Tuhan bisa benar-benar menjadikan kita alat perpanjangan tanganNya. Dan dengan demikian kita adalah real God’s temple.