Obey God's commands
In everything that he undertook in
the service of God's temple and in
obedience to the law and the commands,
he sought his God and worked wholeheartedly. And so he prospered.
2 Chronicles 31:21
2 tawarikh 31:21
Robert Ginnett, seorang peneliti di
Pusat Kepemimpinan Kreatif di Colorado Springs, mendapati bahwa nilai-nilai
yang kita klaim sebagai milik kita ternyata tidak begitu sesuai dengan tindakan
nyata yang mungkin kita pikirkan.
Seorang eksekutif bisnis yang
mengatakan bahwa putrinya yang berusia lima tahun adalah bagian paling berharga
dari hidupnya, menyadari bahwa biasanya ia berangkat kerja sebelum putrinya
bangun dan sering pulang ke rumah setelah putrinya itu tidur di malam hari.
Maka pada hari Sabtu, ia meluangkan waktu bersama putrinya dan mengajaknya
pergi ke kantornya. Setelah melihat berkeliling, putrinya bertanya, “Ayah,
inikah tempat tinggalmu?” Ia mungkin menyatakan bahwa putrinya itu penting
baginya, tetapi tindakannya telah mencerminkan apa yang sesungguhnya ia hargai.
Ketika kita menerima Tuhan sebagai Juruslamat kita secara
otomatis Roh kudus masuk dalam kehidupan kita. Namun kita perlu menyadari bahwa
walau demikian untuk membuat Roh Kudus tetap tinggal dalam kita, kita harus
hidup sebagai orang benar. Tentu ini merupakan sebuah perjuangan hidup, dimana
setiap saat kita harus terus berusaha berkenan kepadaNya. Seperti Paulus, ia
menyadari benar sekalipun ia telah melayani Tuhan dengan memberikan seluruh
hidupnya hanya untuk menyampaikan injil Kerajaan Sorga bagi banyak orang, itu
belum menjadi jaminan ia akan bisa diterima oleh Tuhan di dalam KerajaanNya,
karena ia tahu bahwa pada akhirnya setiap orang harus menghadap takhta
pengadilan Allah. (I Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya
seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku
sendiri ditolak.)
Walaupun kita sudah dibenarkan, kita tidak boleh hidup sesuka
hati dalam menikmati hidup di dunia ini dengan segala kesenangannya. Hidup kita
merupakan bait Allah yang patut kita hargai. Tindakan kita dalam kehidupan kita
akan mencerminkan siapa yang kita hargai, Keinginan Tuhan atau keinginan kita
semata? Untuk hidup berkenan kepada
Allah, salah satu kuncinya adalah “ketaatan” pada perintah Tuhan. Dalam
hubungan kita dengan Kristus, Dia meminta ketaatan kita, bukan perasaan nyaman
atau pernyataan percaya. Dia bertanya kepada mereka yang mengikuti-Nya,
“Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa
yang Aku katakan?” (Lukas 6:46). Tuhan bekerja dengan
memanifestasikan pekerjaannya dalam kehidupan kita. Inilah kenapa penting bagi
kita hidup berkenan sehingga Tuhan bisa benar-benar menjadikan kita alat
perpanjangan tanganNya. Dan dengan demikian kita adalah real God’s temple.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar