Rabu, 11 Maret 2015

Keluarga



KELUARGA INTI – 2
Ayah  dan  Ibu

Pengertian Keluarga :
1.       Sosiologis : suatu kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan- ikatan perkawinan, darah atau adopsi, merupakan susunan rumah tangga sendiri, berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain yang menimbulkan peranan-peranan sosial bagi suami istri, ayah dan ibu , putra dan putrinya , saudara laki-laki dan saudara perempuannyaserta pemeliharaan kebudayaan bersama.
2.       Psikologis : sekumpulan orang yang hidup bersama dalam tempat tinggal bersama dan masing-masing anggota merasakan adanya pertautan batin sehingga terjadi saling mempengaruhi , memperhatikan , dan menyerahkan diri.

Ada 3 tingkatan dalam keluarga : Inti, besar, dan luas

Pertanyaan tentang AYAH – IBUMU : 
1. Seandainya ada mesin instal bagi manusia :   
a. karakter apa yang ingin kamu tambahkan dalam diri ayah dan ibumu 
b. karakter apa yang ingin kamu delete dari diri ayah dan ibumu 
2. a.  Pernahkah kamu melihat orang tuamu bertengkar ?
    b.  Seberapa sering mereka bertengkar ?

Sistem keluarga akan berfungsi dengan baik bila orang tua mampu menyusun prioritas terhadap kebutuhan mereka sendiri dengan selalu mempertimbangkan kebutuhan anak mereka secara memadai.

Faktor-faktor dalam lingkungan keluarga yang berpotensi menimbulkan stress pada anak:
a.      Gaya berfungsinya keluarga
b.      Gaya parenting
c.       Hubungan orang tua
d.      Perpisahan dan perceraian
e.      Masalah penyatuan dua keluarga
f.        Memiliki orang tua alkoholik
g.      Kekerasan dalam rumah tangga
h.      Masalah-masalah kultural

Seorang anak tidak memiliki kuasa atas faktor-faktor diatas, namun mereka harus mempelajari perilaku orang tuanya. Setiap anak memiliki caranya sendiri yang unik dalam merespon.

Gaya berfungsinya keluarga

Setiap keluarga memiliki keragaman dan kelebihan-kekurangan untuk perkembangan anak. Secara umum, ada bermacam gaya berfungsinya keluarga :

Dalam keluarga yang rigid
aturan sangat jelas dan harus dipatuhi, konsekuensi sangat tegas terhadap pelanggaran aturan, ambang toleransi rendah terhadap ketidakpatuhan. Kelebihannya adalah tampak keteraturan dalam keluarga. Keluarga semacam ini akan sangat kesulitan ketika diperlukan perubahan dan perkembangan; sehingga mereka tidak bisa menerima perubahan selama pertumbuhan anakàremajaàdewasa. Anak bertumbuh menjadi remaja kemudian menjadi dewasa selalu bereksperimen dengan perilaku barunya, dalam keluarga rigid hal ini bisa berpotensi menimbulkan konflik atau disharmoni. –seperti gaya militer.

Dalam keluarga yang memiliki ikatan kuat
terjadi overproteksi ; sehingga para anggota keluarga tidak bersedia menerima kebutuhan individuasi (kebutuhan untuk menjadi menjadi diri sendiri, berani berbeda dengan orang lain dalam beberapa hal), akibatnya perkembangan kemandirian dan kedewasaan anak terhambat.

Keluarga yang tidak memiliki ikatan emosi kuat
para anggota keluarga sangat mandiri sehingga anak banyak kesempatan untuk belajar individuasi, hanya tidak mendapat dukungan keluarga saat tahap transisi menuju tahap dewasa. –seperti kost di rumah sendiri.

PERTANYAAN : bagaimana gaya berfungsinya keluargamu ?

Keluarga ideal : kondisi optimal pertumbuhan seorang anak akan tercapai bila dalam keluarga terasa keharmonisan, kehangatan dan perhatian, tempat bisa diterimanya perbedaan dan rasa hormat bagi kebutuhan orang lain, komunikasi yang baik, dan kemampuan menyelesaikan konflik.


Gaya parenting/mendidik anak

Anak tidak memiliki pilihan, kecuali berusaha menghadapi/menyesuaikan diri dengan gaya parenting yang dipilih oleh orang tuanya.
Jika gaya parenting yang dipilih orang tuanya adalah menolak perubahan dan mempertahankan remaja tetap seperti seamasa kanak-kanak, tapi di sisi lain remaja itu sedang berjuang membuat perubahan yang diperlukan untuk melangkah menuju tahap dewasa, maka 2 kemungkinan yang harus dipilih remaja :
-        Merespon dengan kepatuhan, dimana perkembangan remaja normal bisa dicegah.
-        Merespon dengan konfrontasi, dimana tingkat stres tinggi dan konflik mutlak terjadi.
Remaja tetap memerlukan pengawasan orang tua, mengingat remaja belum sepenuhnya dewasa.
Anak yang cenderung memiliki kompetensi dan penghargaan diri yang lebih tinggi biasanya memiliki keluarga yang : otoritas orang tuanya diakui, mendukung mendorong pemikiran positif, komunikasi interaktif (sehingga orang tua dan anak  memiliki kesempatan untuk mengungkapkan sudut pandang mereka secara jelas), sekaligus menerapkan disiplin yang tegas dan konstan.

PERTANYAAN : apakah kamu suka dengan gaya parenting orang tuamu ? Mengapa ?

Hubungan orang tua dan anak

Contohnya kejadian pada daud dengan absalom. Pada saat Absalom memberontak terhadap Daud sehingga dilakukan perang. Sehingga pada akhirnya Absalom meninggal di pertempuran dan Daud menyesali hal ini. Semua ini bermula dari sosialisasi dan komunikasi yang buruk dalam keluarga daud. Pada keluarga yang tidak harmonis, anak memiliki : kepuasan hidup yang rendah, harapan yang semakin menipis tentang masa depan, dan kecemasan yang tinggi  sehubungan dengan kualitas hubungan keluarga yang akan mereka miliki di masa depan.
Hubungan orang tua yang berfungsi dengan baik dapat memberikan model cara berhubungan yang pantas dalam hubungan berpasangan kepada anak muda.

PERTANYAAN : menurutmu apakah hubungan dalam keluargamu harmonis ?

Perpisahan dan perceraian
Konflik kedua orang tua cenderung menciptakan masalah bagi seorang anak. Terdapat hubungan antara perceraian orang tua dengan depresi anak.

Masalah penyatuan 2 keluarga

Tak dipungkiri terdapat masalah bagi anak ketika orang tuanya berpisah, bercerai, kemudian dilanjutkan dengan pernikahan dengan orang baru.
Penyesuaian diri seorang anak ternyata berhubungan dengan tingkat konflik keluarga yang disaksikannya. Jika hubungan keduanya berakhir harmonis, pengaruhnya pada sang anak yang menyaksikannya akan cenderung sangat berkurang.

Kesaksian : Rostina. Saya punya seorang teman dari hasil perceraian orang tua. Jadi orang tuanya, bapak muslim dan mama kristen.  Dalam keluarganya terdapat kebingungan bahkan dalam keagamaan. Kakak pertamanya muslim, kakak kedua kristen, adiknya muslim, dia seorang kristen tetapi kadang melenceng. Ia tinggal dengan kakak dan adiknya.  Akibat dididik dengan penuh kebingungan dia menjadi orang yang suka berbohong, menipu, bermulut manis, dia sampai suka berpacaran lalu putus bahkan pendeta sekalipun.  Hal ini terjadi karena perceraian yang menyebabkan anak menjadi bingung dan tak menentu arahnya. Anak Les. Kedua orang tua nya menikah lagi dan dia di oper oper untuk sekolah.

Memiliki orang tua yang alkoholik
Orang tua yang alkoholik cenderung : secara emosional tidak dekat dengan anaknya, tidak ada keberadaannya disaat anak membutuhkan mereka, mengarah pada kekerasan fisik dan seksual.
Ada 3 kemungkinan peran yang akan dipilih oleh remaja dalam keluarga ini :
-        Memerankan sikap dewasa : melunakkan efek negatif alkoholisme dengan cara menutupi kegiatan minum sang orang tua. Misalnya : berusaha menjaga nama baik keluarga, menjaga supaya adik tidak tahu bahwa ortu alkoholik, dsb.  Biasanya terjadi pada akhir masa remaja.
-        Pahlawan : memberi harapan dan kebanggaan pada keluarga dengan berprestasi di sekolah, biasanya adalah anak tertua.
-        Kambing hitam : cenderung mencari pengakuan dari teman-teman sebayanya dengan terlibat dalam perilaku yang ekspresif. Biasanya remaja akan mengembangkan perilaku yang beresiko, misalnya penyalahgunaan obat-obatan secara dini.
Kesaksian : Tulang dan Uda yang narkoba dan judi/minuman keras. Keberadaan hartanya cenderung cepat habis. Bahkan ia ga bsa kuliahin Resi karena uangnya ga ada padahal dia seorang peminum dan lagi-lagi yang jadi korban adalah isteri dan anak-anaknya.

Kekerasan dalam rumah tangga

Ketika anak telah menyaksikan kekerasan orangtua terhadap anak atau antar orang tua, terdapat efek negatif pada penyesuaian diri.  Dan akhirnya anak akan menerima kekerasan sebagai suatu bagian kehidupan rumah tangga yang normal dan bisa diterima.

Masalah-masalah kultural

Permasalan akan muncul ketika ada perbedaan antara budaya keluarga dengan sosial : stres yang diakibatkan oleh konflik nilai moral dan sosial yang ditentukan secara kultural, sedangkan keyakinan - sikap - perilaku lingkungan bertentangan dengan dirinya dan keluarganya.
Anak ini harus berhadapan dengan  :
-        berubahnya keyakinan, sikap, nilai, dan perilaku yang normal dalam proses perkembangan dirinya
-        memikirkan bagaimana supaya semua perubahan tersebut bisa sesuai dengan kultural kehidupan mereka saat ini dan di masa depan.

Setelah melewati masa kanak-kanak, kontrol orang tua pada remaja umumnya menurun, tapi kebanyakan orang tua terus menerapkan pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan anak mereka.
Orangtua yang mendorong komunikasi yang positif, rasional, dan interaktif sambil menerapkan disiplin yang tegas dan konsisten (yaitu orang tua yang otoritatif) akan memiliki anak remaja yang memiliki kompetensi dan penghargaan diri yang lebih tinggi dan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berhadapan dengan berbagai peristiwa hidup yang berbahaya.
            Sifat remaja adalah suka menguji berbagai batas. Ini memang mereka perlukan untuk memahami tentang bagaimana mereka akan merespons dunia (tempat mereka hidup di dalamnya). Menguji batas tidak sama dengan mencoba-coba dosa. Menguji batas cenderung bereskperimen dan mengeksplorasi.
Hal terbaik yang orang tua bisa lakukan adalah menetapkan batas yang jelas, konsisten, tidak bersifat menghukum, dan menghormati batasan yang dimiliki remaja itu. Hal ini membuat remaja tersebut memiliki perasaan terlingkupi untuk mendorong tumbuhnya rasa aman pada waktu akan terjadi gejolak dalam dirinya.
Untuk merasa nyaman, remaja perlu mempercayai bahwa mereka mendapat persetujuan dari keluarga. Persetujuan dan dukungan keluarga membuat remaja memiliki penghargaan diri lebih tinggi pada awal masa remaja. Remaja putri lebih bergantung pada persetujuan dan dukungan daripada remaja putra.

Pertentangan antara tekanan teman sebaya dan tekanan orang tua
Remaja dalam waktu bersamaan  berusaha mencapai individuasi, pemisahan diri dari keluarga, sekaligus memerukan penerimaan.
Kebutuhan akan penerimaan ini mendorong remaja untuk bergabung dengan teman sebaya. Kegagalan mengembangkan hubungan pertemanan yang baik berkonsekuensi pada masalah perilaku dan prestasi akademik. Dalam usaha bergabung dengan teman sebaya akan terdapat tekanan kuat untuk terlibat dalam aktivitas yang tidak mereka inginkan sebagai harga dari penerimaan.
Remaja yang memiliki penghargaan diri dan kepercayaan diri yang tinggi mampu secara lebih baik menentang tekanan negatif, karena mereka mampu secara lebih mudah membentuk dan menjaga pertemanan dan diterima oleh teman-teman lain.
Pertentangan antara tekanan keluarga dan tekanan teman sebaya dipengaruhi oleh kualitas sistem keluarga.
·        Bila atmosfir keluarga mendukung kemandirian - tidak menekankan prestasi secara ketat – menerima anak apa adanya à  anak muda pada awal masa remaja akan cenderung menggunakan teman sebaya sebagai sumber dukungan emosional tanpa timbul suatu kebutuhan yang kuat untuk mengikuti tekanan kelompok.
·        Sebaliknya remaja yang keluarganya diliputi konflik, penekanan pada prestasi, dan kurangnya dukungan bagi perkembangan individu à anak muda akan lebih kompromis terhadap tuntutan kelompok.

Jadi seperti apakah keluarga seharusnya berfungsi?

2 tim 1:1-5 bercerita tentang kehidupan timotius yang didik dgn benar oleh ibu ya eunike dan neneknya.losi. Timotius tumbuh menjadi anak yang takut akan Tuhan karena didik dengan benar n penuh teladan oleh ibunya
Like father like son”. Meskipun secara harfiah istilah ini berarti “seperti ayah seperti anak”, namun secara umum istilah ini dipakai untuk menunjukkan sebuah persamaan sifat, kebiasaan, hobi, dan talenta, antara generasi sebelumnya dengan generasi berikutnya dalam keluarga. Sebagian penafsir mengatakan bahwa ayah Timotius tidak beragama Yahudi, dan hidup keimanan Timotius merupakan “produk” dari nenek dan ibunya. Kedua wanita ini sudah menanamkan harta yang bernilai kekal dalam hidup Timotius, baik melalui pengajaran firman Tuhan, maupun teladan hidup. Sudahkah Anda memberikan teladan kerohanian yang baik bagi anak-anak Anda?
Penanam Nilai bagi keluarga – Luk.1:6
Isabet orang yang biasa Bqhkan divonis kalo dia mandul namun karena keteguhan imannya ia dapat mengandung. Yohanes pembaptis diakui sebagai nabi terakhir dalam tradisi Israel. Darimana ia bisa memiliki iman yang kuat dan hebat kepada Tuhan ?jelas, dari ke dua orang tuanya. Terutama Elisabet ibunya. Alkitab mengatakan ia orang yang benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Dari orang tua yang rohani akan muncul anak-anak yang rohani juga!
Daud tak mampu  menegur amnon atas perbuatannya memperkosa adknya sehingga absalom marah dan memeberontak. Ia merencanakan pembunuhan pd amnon lalu melarikan diri.
Namun kemudian yoab prajurit daud mengembalikan absalom karena kerinduan daud. Namun absalom membuat kesepakatan gelap melalui tawanan2 israel yg akhirny membenci dau 2 sam 15.  namun kemudian suatu hri org2 daud pergi ke israel untk kmbali menguasainya n bertmu dg org2 absalom. Tpi sblmnya daud berkata bahwa 'baca 2 sam 18:5' alaupun sesungguhny ini semua sdh terlambat.


Sumber : Ibu Pipin Ikawati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar