Senin, 16 Maret 2015

Pernahkah Anda mendengar tentang "Apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai..". sebenarnya makna dibalik kalimat ini terdapat hal yang luar biasa melebihi kemampuan logika menerjemahkan makna dari kalimat tersebut. Hal yang tak pernah saya pikirkan telah tergenapi tentang semboyan ini.

Tertanda tanggal 5 maret dengan kapasitas uang yang tak seberapa yang mungkin saat ini hanya mampu dibelikan makanan berupa nasi telur burjo 10 kali bahkan tak mencapai angka 100 rb rupiah. yah itulah yang aku terselip dikantong mahasiswa ini. "Laper... makan mie yuk", celetuk temanku chung. "Iya nih yukkk....", ajak ku. Upppsss, mulai tergambar dipikiranku tentang si biru dan si hijau itu. singkat cerita kita tetap pergi ke warung dan membeli segala kebutuhan, lalu masak dan makan bersama. Hal yang terpikirkan saat itu olehku adalah Tuhan yang mencukupkan. Dan saat aku berjalan dengan imanku hal yang luar biasa aku alami. 

selama kira-kira 4 hari aku makan nasi telur sayur tempe masak sendiri. dan kemudiaan setibanya hari jumat aku mengikuti seminar tugas lab yang berhadiah nasi ayam penyet suroboyo dan snack, malam hari makan di bumbu desa (didelegasikan mewakili ukk untuk menhadiri sosialisasi seminar) , sabtu sore makan di pembubaran pantia natal, sabtu malam makan di mr.burger dengan menu ayam, milkshake, pizza, blackpapper, dan senin malam pembubaran di ayam penyet suroboyo. woowww,, kalian bisa bayangkan berapa yang aku terima dr Tuhan. bukan masalah perhitungannya, namun masalah pekerjaan Tuhan. satu hal yang saya percaya bahwa Tuhan senantiasa melawat hidup saya bahkan luar biasa Dia melipatgandakan apa yang saya berikan kehadapannya. kalaulah bole saya buat dalam bentuk konkret saya hanya memberkati 22 rb dari sisa uang saya , namun yang saya dapatkan melebihi 220 rb. Penyerahan sesimple ini ajah dapat perhatian Tuhan apalagi penyerahan hidup.

maka dari pada ini saya percaya selalu bahwa kenyamanan saya bukan didasarkan pada uang namun kenyamanan saya adalah buat bapa semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar