ANAK MUDA
DENGAN VISI YANG BENAR
Banyak orang
didalam alkitab memberi tanda pada sejarah pada usia yang masih sangat muda
seperti :
Yusuf masih
sangat muda ketika mendapat visi dari Tuhan yang akhirnya membawanya menjadi
Perdana Menteri di Mesir untuk mengatasi kelaparan,
Samuel
dipanggil menjadi Nabi Tuhan,
Daud diurapi
menjadi raja Israel yang berkenan
Yeremia yang
awalnya juru minum raja arthahsasta diangkat Tuhan menjadi Bupati untuk
melindungi umat Allah pada saat itu
Bahkan
pemimpin2 gereja seperti Marthin Luther, John Wesley, John Calvin, Charles,
Billy Graham juga dipanggil Tuhan untuk melakukan visi Tuhan pada usia mereka
yang masih amat belia.
Oleh karena
itu, kita sebagai anak muda ditempat ini saya sangat antusias untuk mengajak
kita semua untuk punya visi yang benar dalam kehidupan kita sejak masa muda
kita. Kenapa saya begitu tertarik dengan seorang anak muda dengan visi?
Visi itu
membutuhkan yang namanya
·
Semangat
·
Kestabilan
·
Kekuatan
·
Ketahanan
·
Pandangan kedepan
·
Keintiman dengan Tuhan
Nah semua ini
ada pada anak muda, bahkan dapat dikatakan dosisnya masih sangat tinggi.
Anak muda
adalah orang yang sangat bersemangat, terus mencoba masih berapi-api, walaupun
mungkin cenderung tidak stabil tetapi anak muda punya kekuatan yang
besar/sangat produktf sehingga kalo jatuh mereka cenderung mencoba lagi karena
ketahanan anak muda itu masih oke. Apalagi pandangan kedepan, generasi y
benar-benar generasi yang sangat berpandangan kedepan karena anak muda
cenderung suka berimajinasi. Dan banyak orang yang Tuhan menangkan pada masa
muda mereka. Bahkan dalam keluarga saya sendiri orang yang pertama kali
mengenal Tuhan adalah saya. Tuhan pakai saya untuk bisa punya hati menangkan
keluarga saya (generasi 1 tingkat diatas saya) maka dari itu saya mau katakan
kita sebagai anak muda penting sekali dari masa muda kita membentuk visi yang
benar dalam hidup kita.
Nah tapi
sebagai anak muda terkadang kita terlalu bersemangat sampai kita lupa kalo visi
itu punya 3 unsur yang harus berjalan harmonis :
1. Tuhan : yaitu kehendakNya Tuhan
2. Diri kita : Talenta dan kapasitas yang Tuhan berikan kepada kita.
3. Lingkungan : kebutuhan zaman/ generasi yang Tuhan tunjukkan
1. Tuhan : yaitu kehendakNya Tuhan
2. Diri kita : Talenta dan kapasitas yang Tuhan berikan kepada kita.
3. Lingkungan : kebutuhan zaman/ generasi yang Tuhan tunjukkan
Jadi jangan sampai visi jadi ambisi kita karna kalo ambisi kita cenderung ‘kepala batu’ yang berfokus pada diri kita (kehebatan kita) sementara seperti yang dikatakan visi berfokus pada kerinduan Tuhan melalui saya untuk menggenapi pekerjaan Tuhan didunia ini.
Ada hal menarik yang saya temukan mengenai pengertian seorang visioner dalam perjanjian baru dan perjanjian lama.
Dalam perjanjian lama visioner dlm bahasa ‘Ibrani’ berarti ‘nagid’ yaitu pemerintah/penguasa/pemimpin. Seperti Nehemia. Berarti dengan kata lain saya katakan kalau anda seorang yang visioner dalam kuliah saudara berarti saudara sedang memimpin kuliah saudara, begitu juga kehidupan, selgrup, organisasi, pelayanan, bisnis.
Dalam perjanjian baru visioner dalam bahasa Yunani berarti pemberi makan/pelayan. Contohnya seperti rasul paulus. Visioner berarti orang dimana dia punya visi untuk melayani diarea dimana visi itu ditetapkan untuk kita.
Misalnya saudara punya visi untuk “suatu saat aku akan membangun organisasi dan yayasan dimana anak-anak muda bisa mengembangkan belajar untuk berbisinis agar orang2 ga Cuma mengharapakan pekerjaan dari orang lain tetapi mereka harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan” berarti anda punya pelayanan dibidang bisnis, visi kedepan anda seperti apa, n apa misi yang harus anda capai untuk bisa membuka organisasi itu. Atau contohnya anda seorang visioner dalam politik, apa visi dan pelayanan anda dalam politik.
Kalo Cuma untuk sekedar mendapat pengakuan dari orang lain itu namanya ambisi tapi visi berbicara tentang dampak. Bisa aja kita sama-sama bisa menjadi kaya tapi yang satu menikmati kekayaan dan yang satu mentorin banyak orang buat menjadi kaya jg. Itu ajah udah hal yang membedakan visi dan ambisi.
Lebih daripada itu carl batates : mendeskripsikan dampak dari visi yang jelas dapat mempengaruhi pelayanan dan kehidupan seseorang. Bahkan os gunners bilang ‘visi hidup kita adalah respon terhadap panggilan Allah.
Buat saya
pribadi visi adalah ketika iman dan pengharapan bertemu sehingga saya punya
kuasa yang dari Allah untuk menjadi dampak buat lingkungan sekitar saya.
Iman adalah
dasar dari segala pengharapan dan bukti dari segala yang tak terlihat. Begitu
juga dengan visi . Visi sebenarnya adalah kemampuan untuk melihat apa yang
Tuhan sudah sediakan dan siapkan bagi kita; melihat apa yang menjadi kehendak
dan rencana Allah buat kita. Tuhan mau supaya kita dapat melihat masa depan yang Ia sudah siapkan bagi kita. Itulah visi
kita. Jadi kita sebenarnya tidak mencari-cari visi tapi kita cukup
melihat/menggambarkan apa yang Tuhan sudah rancangkan.
Yeremia 29 :
11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku
mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan
bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk
punya visi yang benar :
1. Penting
sekali bagi anak-anak Tuhan untuk dapat “melihat” dan memiliki visi Tuhan dalam
hidupnya, sebab ini akan menjadi “bahan” bagi Tuhan untuk bekerja di dalam dan
melalui kehidupan orang itu. Tanpa visi Tuhan tidak dapat berbuat banyak.
Itulah sebabnya Paulus berdoa agar orang percaya memiliki mata hati yang terang
dan dapat melihat.
Efesus 1 :
18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti
pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya
kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
2. Mata hati yang terang, hati yang bersih/ kerinduan itu yang membuat kita
punya visi dan semakin kita melihat banyak Tuhan juga bakal kasih sesuai apa
yang kita lihat. Jadi kalau kita masih menganggap diri kita biasa ajah alias
kita ga bisa ngeliat visi maka yang terjadi ya hidup kita stagnan.
Kejadian 13 :
14 – 15, “Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada
Abram: Pandanglah sekelilingmu dan LIHATLAH dari tempat engkau berdiri itu ke
timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri YANG KAULIHAT ITU AKAN
KUBERIKAN KEPADAMU dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.”
Perhatikan
baik-baik ayat di atas. Tuhan berkata kepada Abraham “Yang kaulihat akan
Kuberikan kepadamu” !!! Jika saudara tidak mempunyai visi, atau tidak “melihat”
apa yang Tuhan sudah sediakan, maka saudara tidak akan menerima apa-apa atau
mencapai apa-apa karena Tuhan tidak dapat memberikannya. Kita tidak mendapat
sebab kita tidak mengimaninya. Kita tidak dapat mengimani karena kita tidak
“melihatnya” sehingga kita tidak memiliki apa-apa untuk diimani. Jadi Tuhan
tidak dapat memberikannya, sebab semuanya jadi berdasarkan iman. “Jadilah
menurut imanmu!” kata Tuhan Yesus.
3. Itulah sebabnya Tuhan Allah berusaha membawa Abraham ke luar dari tendanya
supaya ia dapat melihat visinya Tuhan bagi dia. Dan fokus kita bukan hanya pada
diri kita ajah tetapi pada sekeliling kita.
Kejadian 15 : 2
– 6, “Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau
berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan
yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata
Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang
hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman TUHAN
kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan
anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa
Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah
bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya
kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah
Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai
kebenaran.”
Allah mau
menjadikan Abraham sebagai bapa banyak bangsa. Namun kenyataannya Abraham tidak
mempunyai keturunan sampai masa tuanya sebab isterinya Sarah mandul. Melihat
kenyataan ini Abraham mulai kehilangan harapan dan visinya untuk menjadi bapa
banyak bangsa. Tuhan tidak dapat bekerja dengan orang yang tidak punya visi
atau yang visinya mati dan harapannya hilang. Itulah sebabnya Allah berusaha
membangkitkan kembali harapan Abraham dan memperbaharui atau menyegarkan
kembali visinya dengan membawanya ke luar dari tendanya dan menyuruhnya
memandang ke langit dan menghitung bintang-bintang di langit.
Kita kadang
harus keluar dari dalam “tenda” kita, cara berpikir kita yang sempit yang
selama ini kita miliki, dan mencoba untuk berpikir dengan cara yang baru dan
berbeda. “Thinking out of the box.” Keluarlah
dari kotak paradigma kita yang sempit dan cobalah memandang “ke atas” kepada
“ketidakterbatasan” dan segala kemungkinan yang Allah dapat lakukan bagi kita,
sebab Ia adalah Allah Yang Mahakuasa! Tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Di dalam Allah selalu ada kemungkinan di tengah kemustahilan. Jangan batasi
apalagi menyianyiakan Allah kita yang besar.
Kiranya Allah
mencelikkan mata batin kita untuk dapat melihat semua kemungkinan dan hal-hal
baik dan luar biasa yang Allah telah sediakan di sorga bagi kita.
4. Dalam visi kita ya kita butuh proses ga ada yang langsung/praktis.
Kejadian 13 : 17, “Bersiaplah, jalanilah
negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan
negeri itu.”
5.
Temukan visi kita berdasarkan apa yang kita punya/
tidak ikut-ikutan tren atau keren-kerenan.
1 Samuel 10 : 7, “Apabila tanda-tanda ini
terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah
menyertai engkau.”
6.
Visi bukanlah ambisi semata tetapi visi adalah
passion yang fokusnya berdampak bagi kemuliaan Tuhan.
Yakobus 4 : 2b – 3, “Kamu tidak memperoleh
apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak
menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak
kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
Tuhan
bekerja berdasarkan visi, iman dan harapan yang kita miliki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar