Rabu, 31 Agustus 2016

August full of Self Development




August be the hectic month for me to develop my self. In this month I choose be a Volunteer in Project Child, Internship in Pasienia, Apply to PT. Paragon Innovation and technology. Why I do this?
In the final of my study, I begin feeling confuse. Do you for what? For my CV (Curriculum Vitae). I feel so much sad because I don’t have more adventure in Jogjakarta. I don’t have much award, leadership experience, bussiness and other experience as volunteer. But I thanks God because I have awardness now.
For readers, I just wanna say that we must have many experience and find our passion. Don’t satisfy just sit and listen to what the lecture said. Read many book, do many action, and find our vision as a passion. Many people say to me that after they work, it’s no time for self development. It’s become our work as the self development that same as carrier level.
This is just a simple articel but this is my experience to make a rainbow in my life.

Jumat, 18 Maret 2016

OBEY GOD'S COMMAND



Obey God's commands

In everything that he undertook in the service of God's temple and in obedience to the law and the commands, he sought his God and worked wholeheartedly. And so he prospered.

2 Chronicles 31:21
2 tawarikh 31:21
 
Robert Ginnett, seorang peneliti di Pusat Kepemimpinan Kreatif di Colorado Springs, mendapati bahwa nilai-nilai yang kita klaim sebagai milik kita ternyata tidak begitu sesuai dengan tindakan nyata yang mungkin kita pikirkan.

Seorang eksekutif bisnis yang mengatakan bahwa putrinya yang berusia lima tahun adalah bagian paling berharga dari hidupnya, menyadari bahwa biasanya ia berangkat kerja sebelum putrinya bangun dan sering pulang ke rumah setelah putrinya itu tidur di malam hari. Maka pada hari Sabtu, ia meluangkan waktu bersama putrinya dan mengajaknya pergi ke kantornya. Setelah melihat berkeliling, putrinya bertanya, “Ayah, inikah tempat tinggalmu?” Ia mungkin menyatakan bahwa putrinya itu penting baginya, tetapi tindakannya telah mencerminkan apa yang sesungguhnya ia hargai.

Ketika kita menerima Tuhan sebagai Juruslamat kita secara otomatis Roh kudus masuk dalam kehidupan kita. Namun kita perlu menyadari bahwa walau demikian untuk membuat Roh Kudus tetap tinggal dalam kita, kita harus hidup sebagai orang benar. Tentu ini merupakan sebuah perjuangan hidup, dimana setiap saat kita harus terus berusaha berkenan kepadaNya. Seperti Paulus, ia menyadari benar sekalipun ia telah melayani Tuhan dengan memberikan seluruh hidupnya hanya untuk menyampaikan injil Kerajaan Sorga bagi banyak orang, itu belum menjadi jaminan ia akan bisa diterima oleh Tuhan di dalam KerajaanNya, karena ia tahu bahwa pada akhirnya setiap orang harus menghadap takhta pengadilan Allah. (I Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.)

Walaupun kita sudah dibenarkan, kita tidak boleh hidup sesuka hati dalam menikmati hidup di dunia ini dengan segala kesenangannya. Hidup kita merupakan bait Allah yang patut kita hargai. Tindakan kita dalam kehidupan kita akan mencerminkan siapa yang kita hargai, Keinginan Tuhan atau keinginan kita semata?  Untuk hidup berkenan kepada Allah, salah satu kuncinya adalah “ketaatan” pada perintah Tuhan. Dalam hubungan kita dengan Kristus, Dia meminta ketaatan kita, bukan perasaan nyaman atau pernyataan percaya. Dia bertanya kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?” (Lukas 6:46). Tuhan bekerja dengan memanifestasikan pekerjaannya dalam kehidupan kita. Inilah kenapa penting bagi kita hidup berkenan sehingga Tuhan bisa benar-benar menjadikan kita alat perpanjangan tanganNya. Dan dengan demikian kita adalah real God’s temple.

Rabu, 03 Februari 2016

ANAK MUDA DENGAN VISI YANG BENAR



ANAK MUDA DENGAN VISI YANG BENAR

Banyak orang didalam alkitab memberi tanda pada sejarah pada usia yang masih sangat muda seperti :
Yusuf masih sangat muda ketika mendapat visi dari Tuhan yang akhirnya membawanya menjadi Perdana Menteri di Mesir untuk mengatasi kelaparan,
Samuel dipanggil menjadi Nabi Tuhan,
Daud diurapi menjadi raja Israel yang berkenan
Yeremia yang awalnya juru minum raja arthahsasta diangkat Tuhan menjadi Bupati untuk melindungi umat Allah pada saat itu
Bahkan pemimpin2 gereja seperti Marthin Luther, John Wesley, John Calvin, Charles, Billy Graham juga dipanggil Tuhan untuk melakukan visi Tuhan pada usia mereka yang masih amat belia.
Oleh karena itu, kita sebagai anak muda ditempat ini saya sangat antusias untuk mengajak kita semua untuk punya visi yang benar dalam kehidupan kita sejak masa muda kita. Kenapa saya begitu tertarik dengan seorang anak muda dengan visi?
Visi itu membutuhkan yang namanya
·         Semangat
·         Kestabilan
·         Kekuatan
·         Ketahanan
·         Pandangan kedepan
·         Keintiman dengan Tuhan
Nah semua ini ada pada anak muda, bahkan dapat dikatakan dosisnya masih sangat tinggi.
Anak muda adalah orang yang sangat bersemangat, terus mencoba masih berapi-api, walaupun mungkin cenderung tidak stabil tetapi anak muda punya kekuatan yang besar/sangat produktf sehingga kalo jatuh mereka cenderung mencoba lagi karena ketahanan anak muda itu masih oke. Apalagi pandangan kedepan, generasi y benar-benar generasi yang sangat berpandangan kedepan karena anak muda cenderung suka berimajinasi. Dan banyak orang yang Tuhan menangkan pada masa muda mereka. Bahkan dalam keluarga saya sendiri orang yang pertama kali mengenal Tuhan adalah saya. Tuhan pakai saya untuk bisa punya hati menangkan keluarga saya (generasi 1 tingkat diatas saya) maka dari itu saya mau katakan kita sebagai anak muda penting sekali dari masa muda kita membentuk visi yang benar dalam hidup kita.
Nah tapi sebagai anak muda terkadang kita terlalu bersemangat sampai kita lupa kalo visi itu punya 3 unsur yang harus berjalan harmonis :
  
1. Tuhan        : yaitu kehendakNya Tuhan 
2. Diri kita     : Talenta dan kapasitas yang Tuhan berikan kepada kita. 
3. Lingkungan : kebutuhan zaman/ generasi yang Tuhan tunjukkan

Jadi jangan sampai visi jadi ambisi kita karna kalo ambisi kita cenderung ‘kepala batu’ yang berfokus pada diri kita (kehebatan kita) sementara seperti yang dikatakan visi berfokus pada kerinduan Tuhan melalui saya untuk menggenapi pekerjaan Tuhan didunia ini.

Ada hal menarik yang saya temukan mengenai pengertian seorang visioner dalam perjanjian baru dan perjanjian lama.

Dalam perjanjian lama visioner dlm bahasa ‘Ibrani’ berarti ‘nagid’ yaitu pemerintah/penguasa/pemimpin. Seperti Nehemia.  Berarti dengan kata lain saya katakan kalau anda seorang yang visioner dalam kuliah saudara berarti saudara sedang memimpin kuliah saudara, begitu juga kehidupan, selgrup, organisasi, pelayanan, bisnis.

Dalam perjanjian baru visioner dalam bahasa Yunani berarti pemberi makan/pelayan. Contohnya seperti rasul paulus. Visioner berarti orang dimana dia punya visi untuk melayani diarea dimana visi itu ditetapkan untuk kita.

Misalnya saudara punya visi untuk “suatu saat aku akan membangun organisasi dan yayasan dimana anak-anak muda bisa mengembangkan belajar untuk berbisinis agar orang2 ga Cuma mengharapakan pekerjaan dari orang lain tetapi mereka harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan” berarti anda punya pelayanan dibidang bisnis, visi kedepan anda seperti apa, n apa misi yang harus anda capai untuk bisa membuka organisasi itu. Atau contohnya anda seorang visioner dalam politik, apa visi dan pelayanan anda dalam politik.

Kalo Cuma untuk sekedar mendapat pengakuan dari orang lain itu namanya ambisi tapi visi berbicara tentang dampak. Bisa aja kita sama-sama bisa menjadi kaya tapi yang satu menikmati kekayaan dan yang satu mentorin banyak orang buat menjadi kaya jg. Itu ajah udah hal yang membedakan visi dan ambisi.

Lebih daripada itu carl batates : mendeskripsikan dampak dari visi yang jelas dapat mempengaruhi pelayanan dan kehidupan seseorang. Bahkan os gunners bilang ‘visi hidup kita adalah respon terhadap panggilan Allah.

Buat saya pribadi visi adalah ketika iman dan pengharapan bertemu sehingga saya punya kuasa yang dari Allah untuk menjadi dampak buat lingkungan sekitar saya.

Iman adalah dasar dari segala pengharapan dan bukti dari segala yang tak terlihat. Begitu juga dengan visi . Visi sebenarnya adalah kemampuan untuk melihat apa yang Tuhan sudah sediakan dan siapkan bagi kita; melihat apa yang menjadi kehendak dan rencana Allah buat kita. Tuhan mau supaya kita dapat melihat masa depan yang Ia sudah siapkan bagi kita. Itulah visi kita. Jadi kita sebenarnya tidak mencari-cari visi tapi kita cukup melihat/menggambarkan apa yang Tuhan sudah rancangkan.
Yeremia 29 : 11,  “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk punya visi yang benar :
1.       Penting sekali bagi anak-anak Tuhan untuk dapat “melihat” dan memiliki visi Tuhan dalam hidupnya, sebab ini akan menjadi “bahan” bagi Tuhan untuk bekerja di dalam dan melalui kehidupan orang itu. Tanpa visi Tuhan tidak dapat berbuat banyak. Itulah sebabnya Paulus berdoa agar orang percaya memiliki mata hati yang terang dan dapat melihat.
Efesus 1 : 18  Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus,
2.       Mata hati yang terang, hati yang bersih/ kerinduan itu yang membuat kita punya visi dan semakin kita melihat banyak Tuhan juga bakal kasih sesuai apa yang kita lihat. Jadi kalau kita masih menganggap diri kita biasa ajah alias kita ga bisa ngeliat visi maka yang terjadi ya hidup kita stagnan.
Kejadian 13 : 14 – 15,  “Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: Pandanglah sekelilingmu dan LIHATLAH dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri YANG KAULIHAT ITU AKAN KUBERIKAN KEPADAMU dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.”
Perhatikan baik-baik ayat di atas. Tuhan berkata kepada Abraham “Yang kaulihat akan Kuberikan kepadamu” !!! Jika saudara tidak mempunyai visi, atau tidak “melihat” apa yang Tuhan sudah sediakan, maka saudara tidak akan menerima apa-apa atau mencapai apa-apa karena Tuhan tidak dapat memberikannya. Kita tidak mendapat sebab kita tidak mengimaninya. Kita tidak dapat mengimani karena kita tidak “melihatnya” sehingga kita tidak memiliki apa-apa untuk diimani. Jadi Tuhan tidak dapat memberikannya, sebab semuanya jadi berdasarkan iman. “Jadilah menurut imanmu!” kata Tuhan Yesus.
3.       Itulah sebabnya Tuhan Allah berusaha membawa Abraham ke luar dari tendanya supaya ia dapat melihat visinya Tuhan bagi dia. Dan fokus kita bukan hanya pada diri kita ajah tetapi pada sekeliling kita.
Kejadian 15 : 2 – 6,  “Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu." Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku." Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”
Allah mau menjadikan Abraham sebagai bapa banyak bangsa. Namun kenyataannya Abraham tidak mempunyai keturunan sampai masa tuanya sebab isterinya Sarah mandul. Melihat kenyataan ini Abraham mulai kehilangan harapan dan visinya untuk menjadi bapa banyak bangsa. Tuhan tidak dapat bekerja dengan orang yang tidak punya visi atau yang visinya mati dan harapannya hilang. Itulah sebabnya Allah berusaha membangkitkan kembali harapan Abraham dan memperbaharui atau menyegarkan kembali visinya dengan membawanya ke luar dari tendanya dan menyuruhnya memandang ke langit dan menghitung bintang-bintang di langit.
Kita kadang harus keluar dari dalam “tenda” kita, cara berpikir kita yang sempit yang selama ini kita miliki, dan mencoba untuk berpikir dengan cara yang baru dan berbeda. “Thinking out of the box.” Keluarlah dari kotak paradigma kita yang sempit dan cobalah memandang “ke atas” kepada “ketidakterbatasan” dan segala kemungkinan yang Allah dapat lakukan bagi kita, sebab Ia adalah Allah Yang Mahakuasa! Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Di dalam Allah selalu ada kemungkinan di tengah kemustahilan. Jangan batasi apalagi menyianyiakan Allah kita yang besar. 
Kiranya Allah mencelikkan mata batin kita untuk dapat melihat semua kemungkinan dan hal-hal baik dan luar biasa yang Allah telah sediakan di sorga bagi kita.
4.       Dalam visi kita ya kita butuh proses ga ada yang langsung/praktis.
Kejadian 13 : 17,  “Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”
5.       Temukan visi kita berdasarkan apa yang kita punya/ tidak ikut-ikutan tren atau keren-kerenan.
1 Samuel 10 : 7,  “Apabila tanda-tanda ini terjadi kepadamu, lakukanlah apa saja yang didapat oleh tanganmu, sebab Allah menyertai engkau.”
6.       Visi bukanlah ambisi semata tetapi visi adalah passion yang fokusnya berdampak bagi kemuliaan Tuhan.
Yakobus 4 : 2b – 3, “Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.”
 Tuhan bekerja berdasarkan visi, iman dan harapan yang kita miliki.


Setiap anak muda harus punya visi yang benar karena kita adalah generasi penerus kerajaan Allah dinyatakan di dunia ini. Hidup sembarangan bukan lagi hal yang seharusnya kita lakukan.

Senin, 16 Maret 2015

Pernahkah Anda mendengar tentang "Apa yang kamu tabur itu yang kamu tuai..". sebenarnya makna dibalik kalimat ini terdapat hal yang luar biasa melebihi kemampuan logika menerjemahkan makna dari kalimat tersebut. Hal yang tak pernah saya pikirkan telah tergenapi tentang semboyan ini.

Tertanda tanggal 5 maret dengan kapasitas uang yang tak seberapa yang mungkin saat ini hanya mampu dibelikan makanan berupa nasi telur burjo 10 kali bahkan tak mencapai angka 100 rb rupiah. yah itulah yang aku terselip dikantong mahasiswa ini. "Laper... makan mie yuk", celetuk temanku chung. "Iya nih yukkk....", ajak ku. Upppsss, mulai tergambar dipikiranku tentang si biru dan si hijau itu. singkat cerita kita tetap pergi ke warung dan membeli segala kebutuhan, lalu masak dan makan bersama. Hal yang terpikirkan saat itu olehku adalah Tuhan yang mencukupkan. Dan saat aku berjalan dengan imanku hal yang luar biasa aku alami. 

selama kira-kira 4 hari aku makan nasi telur sayur tempe masak sendiri. dan kemudiaan setibanya hari jumat aku mengikuti seminar tugas lab yang berhadiah nasi ayam penyet suroboyo dan snack, malam hari makan di bumbu desa (didelegasikan mewakili ukk untuk menhadiri sosialisasi seminar) , sabtu sore makan di pembubaran pantia natal, sabtu malam makan di mr.burger dengan menu ayam, milkshake, pizza, blackpapper, dan senin malam pembubaran di ayam penyet suroboyo. woowww,, kalian bisa bayangkan berapa yang aku terima dr Tuhan. bukan masalah perhitungannya, namun masalah pekerjaan Tuhan. satu hal yang saya percaya bahwa Tuhan senantiasa melawat hidup saya bahkan luar biasa Dia melipatgandakan apa yang saya berikan kehadapannya. kalaulah bole saya buat dalam bentuk konkret saya hanya memberkati 22 rb dari sisa uang saya , namun yang saya dapatkan melebihi 220 rb. Penyerahan sesimple ini ajah dapat perhatian Tuhan apalagi penyerahan hidup.

maka dari pada ini saya percaya selalu bahwa kenyamanan saya bukan didasarkan pada uang namun kenyamanan saya adalah buat bapa semata.

Rabu, 11 Maret 2015

Keluarga



KELUARGA INTI – 2
Ayah  dan  Ibu

Pengertian Keluarga :
1.       Sosiologis : suatu kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan- ikatan perkawinan, darah atau adopsi, merupakan susunan rumah tangga sendiri, berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain yang menimbulkan peranan-peranan sosial bagi suami istri, ayah dan ibu , putra dan putrinya , saudara laki-laki dan saudara perempuannyaserta pemeliharaan kebudayaan bersama.
2.       Psikologis : sekumpulan orang yang hidup bersama dalam tempat tinggal bersama dan masing-masing anggota merasakan adanya pertautan batin sehingga terjadi saling mempengaruhi , memperhatikan , dan menyerahkan diri.

Ada 3 tingkatan dalam keluarga : Inti, besar, dan luas

Pertanyaan tentang AYAH – IBUMU : 
1. Seandainya ada mesin instal bagi manusia :   
a. karakter apa yang ingin kamu tambahkan dalam diri ayah dan ibumu 
b. karakter apa yang ingin kamu delete dari diri ayah dan ibumu 
2. a.  Pernahkah kamu melihat orang tuamu bertengkar ?
    b.  Seberapa sering mereka bertengkar ?

Sistem keluarga akan berfungsi dengan baik bila orang tua mampu menyusun prioritas terhadap kebutuhan mereka sendiri dengan selalu mempertimbangkan kebutuhan anak mereka secara memadai.

Faktor-faktor dalam lingkungan keluarga yang berpotensi menimbulkan stress pada anak:
a.      Gaya berfungsinya keluarga
b.      Gaya parenting
c.       Hubungan orang tua
d.      Perpisahan dan perceraian
e.      Masalah penyatuan dua keluarga
f.        Memiliki orang tua alkoholik
g.      Kekerasan dalam rumah tangga
h.      Masalah-masalah kultural

Seorang anak tidak memiliki kuasa atas faktor-faktor diatas, namun mereka harus mempelajari perilaku orang tuanya. Setiap anak memiliki caranya sendiri yang unik dalam merespon.

Gaya berfungsinya keluarga

Setiap keluarga memiliki keragaman dan kelebihan-kekurangan untuk perkembangan anak. Secara umum, ada bermacam gaya berfungsinya keluarga :

Dalam keluarga yang rigid
aturan sangat jelas dan harus dipatuhi, konsekuensi sangat tegas terhadap pelanggaran aturan, ambang toleransi rendah terhadap ketidakpatuhan. Kelebihannya adalah tampak keteraturan dalam keluarga. Keluarga semacam ini akan sangat kesulitan ketika diperlukan perubahan dan perkembangan; sehingga mereka tidak bisa menerima perubahan selama pertumbuhan anakàremajaàdewasa. Anak bertumbuh menjadi remaja kemudian menjadi dewasa selalu bereksperimen dengan perilaku barunya, dalam keluarga rigid hal ini bisa berpotensi menimbulkan konflik atau disharmoni. –seperti gaya militer.

Dalam keluarga yang memiliki ikatan kuat
terjadi overproteksi ; sehingga para anggota keluarga tidak bersedia menerima kebutuhan individuasi (kebutuhan untuk menjadi menjadi diri sendiri, berani berbeda dengan orang lain dalam beberapa hal), akibatnya perkembangan kemandirian dan kedewasaan anak terhambat.

Keluarga yang tidak memiliki ikatan emosi kuat
para anggota keluarga sangat mandiri sehingga anak banyak kesempatan untuk belajar individuasi, hanya tidak mendapat dukungan keluarga saat tahap transisi menuju tahap dewasa. –seperti kost di rumah sendiri.

PERTANYAAN : bagaimana gaya berfungsinya keluargamu ?

Keluarga ideal : kondisi optimal pertumbuhan seorang anak akan tercapai bila dalam keluarga terasa keharmonisan, kehangatan dan perhatian, tempat bisa diterimanya perbedaan dan rasa hormat bagi kebutuhan orang lain, komunikasi yang baik, dan kemampuan menyelesaikan konflik.


Gaya parenting/mendidik anak

Anak tidak memiliki pilihan, kecuali berusaha menghadapi/menyesuaikan diri dengan gaya parenting yang dipilih oleh orang tuanya.
Jika gaya parenting yang dipilih orang tuanya adalah menolak perubahan dan mempertahankan remaja tetap seperti seamasa kanak-kanak, tapi di sisi lain remaja itu sedang berjuang membuat perubahan yang diperlukan untuk melangkah menuju tahap dewasa, maka 2 kemungkinan yang harus dipilih remaja :
-        Merespon dengan kepatuhan, dimana perkembangan remaja normal bisa dicegah.
-        Merespon dengan konfrontasi, dimana tingkat stres tinggi dan konflik mutlak terjadi.
Remaja tetap memerlukan pengawasan orang tua, mengingat remaja belum sepenuhnya dewasa.
Anak yang cenderung memiliki kompetensi dan penghargaan diri yang lebih tinggi biasanya memiliki keluarga yang : otoritas orang tuanya diakui, mendukung mendorong pemikiran positif, komunikasi interaktif (sehingga orang tua dan anak  memiliki kesempatan untuk mengungkapkan sudut pandang mereka secara jelas), sekaligus menerapkan disiplin yang tegas dan konstan.

PERTANYAAN : apakah kamu suka dengan gaya parenting orang tuamu ? Mengapa ?

Hubungan orang tua dan anak

Contohnya kejadian pada daud dengan absalom. Pada saat Absalom memberontak terhadap Daud sehingga dilakukan perang. Sehingga pada akhirnya Absalom meninggal di pertempuran dan Daud menyesali hal ini. Semua ini bermula dari sosialisasi dan komunikasi yang buruk dalam keluarga daud. Pada keluarga yang tidak harmonis, anak memiliki : kepuasan hidup yang rendah, harapan yang semakin menipis tentang masa depan, dan kecemasan yang tinggi  sehubungan dengan kualitas hubungan keluarga yang akan mereka miliki di masa depan.
Hubungan orang tua yang berfungsi dengan baik dapat memberikan model cara berhubungan yang pantas dalam hubungan berpasangan kepada anak muda.

PERTANYAAN : menurutmu apakah hubungan dalam keluargamu harmonis ?

Perpisahan dan perceraian
Konflik kedua orang tua cenderung menciptakan masalah bagi seorang anak. Terdapat hubungan antara perceraian orang tua dengan depresi anak.

Masalah penyatuan 2 keluarga

Tak dipungkiri terdapat masalah bagi anak ketika orang tuanya berpisah, bercerai, kemudian dilanjutkan dengan pernikahan dengan orang baru.
Penyesuaian diri seorang anak ternyata berhubungan dengan tingkat konflik keluarga yang disaksikannya. Jika hubungan keduanya berakhir harmonis, pengaruhnya pada sang anak yang menyaksikannya akan cenderung sangat berkurang.

Kesaksian : Rostina. Saya punya seorang teman dari hasil perceraian orang tua. Jadi orang tuanya, bapak muslim dan mama kristen.  Dalam keluarganya terdapat kebingungan bahkan dalam keagamaan. Kakak pertamanya muslim, kakak kedua kristen, adiknya muslim, dia seorang kristen tetapi kadang melenceng. Ia tinggal dengan kakak dan adiknya.  Akibat dididik dengan penuh kebingungan dia menjadi orang yang suka berbohong, menipu, bermulut manis, dia sampai suka berpacaran lalu putus bahkan pendeta sekalipun.  Hal ini terjadi karena perceraian yang menyebabkan anak menjadi bingung dan tak menentu arahnya. Anak Les. Kedua orang tua nya menikah lagi dan dia di oper oper untuk sekolah.

Memiliki orang tua yang alkoholik
Orang tua yang alkoholik cenderung : secara emosional tidak dekat dengan anaknya, tidak ada keberadaannya disaat anak membutuhkan mereka, mengarah pada kekerasan fisik dan seksual.
Ada 3 kemungkinan peran yang akan dipilih oleh remaja dalam keluarga ini :
-        Memerankan sikap dewasa : melunakkan efek negatif alkoholisme dengan cara menutupi kegiatan minum sang orang tua. Misalnya : berusaha menjaga nama baik keluarga, menjaga supaya adik tidak tahu bahwa ortu alkoholik, dsb.  Biasanya terjadi pada akhir masa remaja.
-        Pahlawan : memberi harapan dan kebanggaan pada keluarga dengan berprestasi di sekolah, biasanya adalah anak tertua.
-        Kambing hitam : cenderung mencari pengakuan dari teman-teman sebayanya dengan terlibat dalam perilaku yang ekspresif. Biasanya remaja akan mengembangkan perilaku yang beresiko, misalnya penyalahgunaan obat-obatan secara dini.
Kesaksian : Tulang dan Uda yang narkoba dan judi/minuman keras. Keberadaan hartanya cenderung cepat habis. Bahkan ia ga bsa kuliahin Resi karena uangnya ga ada padahal dia seorang peminum dan lagi-lagi yang jadi korban adalah isteri dan anak-anaknya.

Kekerasan dalam rumah tangga

Ketika anak telah menyaksikan kekerasan orangtua terhadap anak atau antar orang tua, terdapat efek negatif pada penyesuaian diri.  Dan akhirnya anak akan menerima kekerasan sebagai suatu bagian kehidupan rumah tangga yang normal dan bisa diterima.

Masalah-masalah kultural

Permasalan akan muncul ketika ada perbedaan antara budaya keluarga dengan sosial : stres yang diakibatkan oleh konflik nilai moral dan sosial yang ditentukan secara kultural, sedangkan keyakinan - sikap - perilaku lingkungan bertentangan dengan dirinya dan keluarganya.
Anak ini harus berhadapan dengan  :
-        berubahnya keyakinan, sikap, nilai, dan perilaku yang normal dalam proses perkembangan dirinya
-        memikirkan bagaimana supaya semua perubahan tersebut bisa sesuai dengan kultural kehidupan mereka saat ini dan di masa depan.

Setelah melewati masa kanak-kanak, kontrol orang tua pada remaja umumnya menurun, tapi kebanyakan orang tua terus menerapkan pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan anak mereka.
Orangtua yang mendorong komunikasi yang positif, rasional, dan interaktif sambil menerapkan disiplin yang tegas dan konsisten (yaitu orang tua yang otoritatif) akan memiliki anak remaja yang memiliki kompetensi dan penghargaan diri yang lebih tinggi dan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berhadapan dengan berbagai peristiwa hidup yang berbahaya.
            Sifat remaja adalah suka menguji berbagai batas. Ini memang mereka perlukan untuk memahami tentang bagaimana mereka akan merespons dunia (tempat mereka hidup di dalamnya). Menguji batas tidak sama dengan mencoba-coba dosa. Menguji batas cenderung bereskperimen dan mengeksplorasi.
Hal terbaik yang orang tua bisa lakukan adalah menetapkan batas yang jelas, konsisten, tidak bersifat menghukum, dan menghormati batasan yang dimiliki remaja itu. Hal ini membuat remaja tersebut memiliki perasaan terlingkupi untuk mendorong tumbuhnya rasa aman pada waktu akan terjadi gejolak dalam dirinya.
Untuk merasa nyaman, remaja perlu mempercayai bahwa mereka mendapat persetujuan dari keluarga. Persetujuan dan dukungan keluarga membuat remaja memiliki penghargaan diri lebih tinggi pada awal masa remaja. Remaja putri lebih bergantung pada persetujuan dan dukungan daripada remaja putra.

Pertentangan antara tekanan teman sebaya dan tekanan orang tua
Remaja dalam waktu bersamaan  berusaha mencapai individuasi, pemisahan diri dari keluarga, sekaligus memerukan penerimaan.
Kebutuhan akan penerimaan ini mendorong remaja untuk bergabung dengan teman sebaya. Kegagalan mengembangkan hubungan pertemanan yang baik berkonsekuensi pada masalah perilaku dan prestasi akademik. Dalam usaha bergabung dengan teman sebaya akan terdapat tekanan kuat untuk terlibat dalam aktivitas yang tidak mereka inginkan sebagai harga dari penerimaan.
Remaja yang memiliki penghargaan diri dan kepercayaan diri yang tinggi mampu secara lebih baik menentang tekanan negatif, karena mereka mampu secara lebih mudah membentuk dan menjaga pertemanan dan diterima oleh teman-teman lain.
Pertentangan antara tekanan keluarga dan tekanan teman sebaya dipengaruhi oleh kualitas sistem keluarga.
·        Bila atmosfir keluarga mendukung kemandirian - tidak menekankan prestasi secara ketat – menerima anak apa adanya à  anak muda pada awal masa remaja akan cenderung menggunakan teman sebaya sebagai sumber dukungan emosional tanpa timbul suatu kebutuhan yang kuat untuk mengikuti tekanan kelompok.
·        Sebaliknya remaja yang keluarganya diliputi konflik, penekanan pada prestasi, dan kurangnya dukungan bagi perkembangan individu à anak muda akan lebih kompromis terhadap tuntutan kelompok.

Jadi seperti apakah keluarga seharusnya berfungsi?

2 tim 1:1-5 bercerita tentang kehidupan timotius yang didik dgn benar oleh ibu ya eunike dan neneknya.losi. Timotius tumbuh menjadi anak yang takut akan Tuhan karena didik dengan benar n penuh teladan oleh ibunya
Like father like son”. Meskipun secara harfiah istilah ini berarti “seperti ayah seperti anak”, namun secara umum istilah ini dipakai untuk menunjukkan sebuah persamaan sifat, kebiasaan, hobi, dan talenta, antara generasi sebelumnya dengan generasi berikutnya dalam keluarga. Sebagian penafsir mengatakan bahwa ayah Timotius tidak beragama Yahudi, dan hidup keimanan Timotius merupakan “produk” dari nenek dan ibunya. Kedua wanita ini sudah menanamkan harta yang bernilai kekal dalam hidup Timotius, baik melalui pengajaran firman Tuhan, maupun teladan hidup. Sudahkah Anda memberikan teladan kerohanian yang baik bagi anak-anak Anda?
Penanam Nilai bagi keluarga – Luk.1:6
Isabet orang yang biasa Bqhkan divonis kalo dia mandul namun karena keteguhan imannya ia dapat mengandung. Yohanes pembaptis diakui sebagai nabi terakhir dalam tradisi Israel. Darimana ia bisa memiliki iman yang kuat dan hebat kepada Tuhan ?jelas, dari ke dua orang tuanya. Terutama Elisabet ibunya. Alkitab mengatakan ia orang yang benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Dari orang tua yang rohani akan muncul anak-anak yang rohani juga!
Daud tak mampu  menegur amnon atas perbuatannya memperkosa adknya sehingga absalom marah dan memeberontak. Ia merencanakan pembunuhan pd amnon lalu melarikan diri.
Namun kemudian yoab prajurit daud mengembalikan absalom karena kerinduan daud. Namun absalom membuat kesepakatan gelap melalui tawanan2 israel yg akhirny membenci dau 2 sam 15.  namun kemudian suatu hri org2 daud pergi ke israel untk kmbali menguasainya n bertmu dg org2 absalom. Tpi sblmnya daud berkata bahwa 'baca 2 sam 18:5' alaupun sesungguhny ini semua sdh terlambat.


Sumber : Ibu Pipin Ikawati