KELUARGA
INTI – 2
Ayah dan
Ibu
Pengertian
Keluarga :
1. Sosiologis : suatu
kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan- ikatan perkawinan, darah
atau adopsi, merupakan susunan rumah tangga sendiri, berinteraksi dan berkomunikasi
satu sama lain yang menimbulkan peranan-peranan sosial bagi suami istri, ayah
dan ibu , putra dan putrinya , saudara laki-laki dan saudara perempuannyaserta
pemeliharaan kebudayaan bersama.
2. Psikologis : sekumpulan
orang yang hidup bersama dalam tempat tinggal bersama dan masing-masing anggota
merasakan adanya pertautan batin sehingga terjadi saling mempengaruhi ,
memperhatikan , dan menyerahkan diri.
Ada
3 tingkatan
dalam keluarga : Inti, besar, dan luas
Pertanyaan
tentang AYAH – IBUMU :
1. Seandainya ada
mesin instal bagi manusia :
a. karakter apa
yang ingin kamu tambahkan dalam diri ayah dan ibumu
b. karakter apa
yang ingin kamu delete dari diri ayah dan ibumu
2. a. Pernahkah kamu melihat orang tuamu bertengkar
?
b. Seberapa sering mereka bertengkar ?
Sistem keluarga akan berfungsi
dengan baik bila orang tua mampu menyusun prioritas terhadap kebutuhan mereka
sendiri dengan selalu mempertimbangkan kebutuhan anak mereka secara memadai.
Faktor-faktor
dalam lingkungan keluarga yang berpotensi menimbulkan stress pada anak:
a. Gaya
berfungsinya keluarga
b. Gaya parenting
c. Hubungan orang
tua
d. Perpisahan dan
perceraian
e. Masalah
penyatuan dua keluarga
f.
Memiliki orang tua alkoholik
g. Kekerasan dalam
rumah tangga
h. Masalah-masalah
kultural
Seorang
anak tidak memiliki kuasa atas faktor-faktor diatas, namun mereka harus
mempelajari perilaku orang tuanya. Setiap anak memiliki caranya sendiri yang
unik dalam merespon.
Gaya berfungsinya keluarga
Setiap
keluarga memiliki keragaman dan kelebihan-kekurangan untuk perkembangan anak.
Secara umum, ada bermacam gaya berfungsinya keluarga :
Dalam keluarga yang rigid
aturan
sangat jelas dan harus dipatuhi, konsekuensi sangat tegas terhadap pelanggaran
aturan, ambang toleransi rendah terhadap ketidakpatuhan. Kelebihannya adalah
tampak keteraturan dalam keluarga. Keluarga semacam ini akan sangat kesulitan
ketika diperlukan perubahan dan perkembangan; sehingga mereka tidak bisa
menerima perubahan selama pertumbuhan anakàremajaàdewasa. Anak bertumbuh menjadi remaja kemudian menjadi dewasa selalu
bereksperimen dengan perilaku barunya, dalam keluarga rigid hal ini bisa
berpotensi menimbulkan konflik atau disharmoni. –seperti gaya militer.
Dalam keluarga yang memiliki ikatan kuat
terjadi
overproteksi ; sehingga para anggota keluarga tidak bersedia menerima kebutuhan
individuasi (kebutuhan untuk menjadi menjadi diri sendiri, berani berbeda
dengan orang lain dalam beberapa hal), akibatnya perkembangan kemandirian dan kedewasaan
anak terhambat.
Keluarga yang tidak memiliki ikatan emosi kuat
para
anggota keluarga sangat mandiri sehingga anak banyak kesempatan untuk belajar
individuasi, hanya tidak mendapat dukungan keluarga saat tahap transisi menuju
tahap dewasa. –seperti kost di rumah sendiri.
PERTANYAAN
: bagaimana gaya berfungsinya keluargamu ?
Keluarga ideal : kondisi optimal
pertumbuhan seorang anak akan tercapai bila dalam keluarga terasa keharmonisan,
kehangatan dan perhatian, tempat bisa diterimanya perbedaan dan rasa hormat
bagi kebutuhan orang lain, komunikasi yang baik, dan kemampuan menyelesaikan
konflik.
Gaya parenting/mendidik anak
Anak
tidak memiliki pilihan, kecuali berusaha menghadapi/menyesuaikan diri dengan
gaya parenting yang dipilih oleh orang tuanya.
Jika
gaya parenting yang dipilih orang tuanya adalah menolak perubahan dan
mempertahankan remaja tetap seperti seamasa kanak-kanak, tapi di sisi lain
remaja itu sedang berjuang membuat perubahan yang diperlukan untuk melangkah
menuju tahap dewasa, maka 2 kemungkinan yang harus dipilih remaja :
-
Merespon dengan kepatuhan, dimana perkembangan remaja
normal bisa dicegah.
-
Merespon dengan konfrontasi, dimana tingkat stres
tinggi dan konflik mutlak terjadi.
Remaja
tetap memerlukan pengawasan orang tua, mengingat remaja belum sepenuhnya
dewasa.
Anak
yang cenderung memiliki kompetensi dan penghargaan diri yang lebih tinggi
biasanya memiliki keluarga yang : otoritas orang tuanya diakui, mendukung mendorong pemikiran positif, komunikasi interaktif (sehingga orang
tua dan anak memiliki kesempatan untuk
mengungkapkan sudut pandang mereka secara jelas), sekaligus menerapkan disiplin yang tegas dan
konstan.
PERTANYAAN
: apakah kamu suka dengan gaya parenting orang tuamu ? Mengapa ?
Hubungan orang tua dan anak
Contohnya
kejadian pada daud dengan absalom. Pada saat Absalom memberontak terhadap Daud
sehingga dilakukan perang. Sehingga pada akhirnya Absalom meninggal di pertempuran
dan Daud menyesali hal ini. Semua ini bermula dari sosialisasi dan komunikasi
yang buruk dalam keluarga daud. Pada keluarga yang tidak harmonis, anak
memiliki : kepuasan hidup yang rendah, harapan yang semakin menipis tentang
masa depan, dan kecemasan yang tinggi
sehubungan dengan kualitas hubungan keluarga yang akan mereka miliki di
masa depan.
Hubungan
orang tua yang berfungsi dengan baik dapat memberikan model cara berhubungan
yang pantas dalam hubungan berpasangan kepada anak muda.
PERTANYAAN
: menurutmu apakah hubungan dalam keluargamu harmonis ?
Perpisahan dan perceraian
Konflik
kedua orang tua cenderung menciptakan masalah bagi seorang anak. Terdapat
hubungan antara perceraian orang tua dengan depresi anak.
Masalah penyatuan 2 keluarga
Tak
dipungkiri terdapat masalah bagi anak ketika orang tuanya berpisah, bercerai,
kemudian dilanjutkan dengan pernikahan dengan orang baru.
Penyesuaian
diri seorang anak ternyata berhubungan dengan tingkat konflik keluarga yang
disaksikannya. Jika hubungan keduanya berakhir harmonis, pengaruhnya pada sang
anak yang menyaksikannya akan cenderung sangat berkurang.
Kesaksian
: Rostina. Saya punya seorang teman
dari hasil perceraian orang tua. Jadi orang tuanya, bapak muslim dan mama
kristen. Dalam keluarganya terdapat
kebingungan bahkan dalam keagamaan. Kakak pertamanya muslim, kakak kedua
kristen, adiknya muslim, dia seorang kristen tetapi kadang melenceng. Ia
tinggal dengan kakak dan adiknya. Akibat
dididik dengan penuh kebingungan dia menjadi orang yang suka berbohong, menipu,
bermulut manis, dia sampai suka berpacaran lalu putus bahkan pendeta
sekalipun. Hal ini terjadi karena
perceraian yang menyebabkan anak menjadi bingung dan tak menentu arahnya. Anak Les. Kedua orang tua nya
menikah lagi dan dia di oper oper untuk sekolah.
Memiliki orang tua yang alkoholik
Orang
tua yang alkoholik cenderung : secara emosional tidak dekat dengan anaknya,
tidak ada keberadaannya disaat anak membutuhkan mereka, mengarah pada kekerasan
fisik dan seksual.
Ada
3 kemungkinan peran yang akan dipilih oleh remaja dalam keluarga ini :
-
Memerankan sikap dewasa : melunakkan efek negatif
alkoholisme dengan cara menutupi kegiatan minum sang orang tua. Misalnya :
berusaha menjaga nama baik keluarga, menjaga supaya adik tidak tahu bahwa ortu
alkoholik, dsb. Biasanya terjadi pada
akhir masa remaja.
-
Pahlawan : memberi harapan dan kebanggaan pada
keluarga dengan berprestasi di sekolah, biasanya adalah anak tertua.
-
Kambing hitam : cenderung mencari pengakuan dari
teman-teman sebayanya dengan terlibat dalam perilaku yang ekspresif. Biasanya
remaja akan mengembangkan perilaku yang beresiko, misalnya penyalahgunaan
obat-obatan secara dini.
Kesaksian
: Tulang dan Uda yang narkoba dan judi/minuman keras. Keberadaan hartanya
cenderung cepat habis. Bahkan ia ga bsa kuliahin Resi karena uangnya ga ada
padahal dia seorang peminum dan lagi-lagi yang jadi korban adalah isteri dan
anak-anaknya.
Kekerasan dalam rumah tangga
Ketika
anak telah menyaksikan kekerasan orangtua terhadap anak atau antar orang tua,
terdapat efek negatif pada penyesuaian diri.
Dan akhirnya anak akan menerima kekerasan sebagai suatu bagian kehidupan
rumah tangga yang normal dan bisa diterima.
Masalah-masalah kultural
Permasalan
akan muncul ketika ada perbedaan antara budaya keluarga dengan sosial : stres
yang diakibatkan oleh konflik nilai moral dan sosial yang ditentukan secara
kultural, sedangkan keyakinan - sikap - perilaku lingkungan bertentangan dengan
dirinya dan keluarganya.
Anak
ini harus berhadapan dengan :
-
berubahnya keyakinan, sikap, nilai, dan perilaku yang
normal dalam proses perkembangan dirinya
-
memikirkan bagaimana supaya semua perubahan tersebut
bisa sesuai dengan kultural kehidupan mereka saat ini dan di masa depan.
Setelah
melewati masa kanak-kanak, kontrol orang tua pada remaja umumnya menurun, tapi
kebanyakan orang tua terus menerapkan pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan
anak mereka.
Orangtua
yang mendorong komunikasi yang positif, rasional, dan interaktif sambil
menerapkan disiplin yang tegas dan konsisten (yaitu orang tua yang otoritatif)
akan memiliki anak remaja yang memiliki kompetensi dan penghargaan diri yang
lebih tinggi dan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berhadapan dengan
berbagai peristiwa hidup yang berbahaya.
Sifat remaja adalah suka menguji
berbagai batas. Ini memang mereka perlukan untuk memahami tentang bagaimana
mereka akan merespons dunia (tempat mereka hidup di dalamnya). Menguji batas
tidak sama dengan mencoba-coba dosa. Menguji batas cenderung bereskperimen dan
mengeksplorasi.
Hal
terbaik yang orang tua bisa lakukan adalah menetapkan batas yang jelas,
konsisten, tidak bersifat menghukum, dan menghormati batasan yang dimiliki
remaja itu. Hal ini membuat remaja tersebut memiliki perasaan terlingkupi untuk
mendorong tumbuhnya rasa aman pada waktu akan terjadi gejolak dalam dirinya.
Untuk
merasa nyaman, remaja perlu mempercayai bahwa mereka mendapat persetujuan dari
keluarga. Persetujuan dan dukungan keluarga membuat remaja memiliki penghargaan
diri lebih tinggi pada awal masa remaja. Remaja putri lebih bergantung pada
persetujuan dan dukungan daripada remaja putra.
Pertentangan antara tekanan teman sebaya dan tekanan orang tua
Remaja
dalam waktu bersamaan berusaha mencapai
individuasi, pemisahan diri dari keluarga, sekaligus memerukan penerimaan.
Kebutuhan
akan penerimaan ini mendorong remaja untuk bergabung dengan teman sebaya.
Kegagalan mengembangkan hubungan pertemanan yang baik berkonsekuensi pada
masalah perilaku dan prestasi akademik. Dalam usaha bergabung dengan teman
sebaya akan terdapat tekanan kuat untuk terlibat dalam aktivitas yang tidak
mereka inginkan sebagai harga dari penerimaan.
Remaja
yang memiliki penghargaan diri dan kepercayaan diri yang tinggi mampu secara
lebih baik menentang tekanan negatif, karena mereka mampu secara lebih mudah
membentuk dan menjaga pertemanan dan diterima oleh teman-teman lain.
Pertentangan
antara tekanan keluarga dan tekanan teman sebaya dipengaruhi oleh kualitas
sistem keluarga.
·
Bila atmosfir keluarga mendukung kemandirian - tidak
menekankan prestasi secara ketat – menerima anak apa adanya à anak muda pada awal masa remaja akan
cenderung menggunakan teman sebaya sebagai sumber dukungan emosional tanpa
timbul suatu kebutuhan yang kuat untuk mengikuti tekanan kelompok.
·
Sebaliknya remaja yang keluarganya diliputi konflik,
penekanan pada prestasi, dan kurangnya dukungan bagi perkembangan individu à anak muda akan
lebih kompromis terhadap tuntutan kelompok.
Jadi seperti apakah keluarga
seharusnya berfungsi?
2 tim 1:1-5 bercerita tentang
kehidupan timotius yang didik dgn benar oleh ibu ya eunike dan neneknya.losi.
Timotius tumbuh menjadi anak yang takut akan Tuhan karena didik dengan benar n
penuh teladan oleh ibunya
Like father like son”. Meskipun
secara harfiah istilah ini berarti “seperti ayah seperti anak”, namun secara
umum istilah ini dipakai untuk menunjukkan sebuah persamaan sifat, kebiasaan,
hobi, dan talenta, antara generasi sebelumnya dengan generasi berikutnya dalam
keluarga. Sebagian penafsir mengatakan bahwa ayah Timotius tidak beragama
Yahudi, dan hidup keimanan Timotius merupakan “produk” dari nenek dan ibunya.
Kedua wanita ini sudah menanamkan harta yang bernilai kekal dalam hidup
Timotius, baik melalui pengajaran firman Tuhan, maupun teladan hidup. Sudahkah
Anda memberikan teladan kerohanian yang baik bagi anak-anak Anda?
Penanam Nilai bagi keluarga – Luk.1:6
Isabet orang yang biasa Bqhkan
divonis kalo dia mandul namun karena keteguhan imannya ia dapat mengandung.
Yohanes pembaptis diakui sebagai nabi terakhir dalam tradisi Israel. Darimana
ia bisa memiliki iman yang kuat dan hebat kepada Tuhan ?jelas, dari ke dua
orang tuanya. Terutama Elisabet ibunya. Alkitab mengatakan ia orang yang benar
di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan
tidak bercacat. Dari orang tua yang rohani akan muncul anak-anak yang rohani
juga!
Daud tak mampu menegur amnon atas perbuatannya memperkosa
adknya sehingga absalom marah dan memeberontak. Ia merencanakan pembunuhan pd
amnon lalu melarikan diri.
Namun kemudian yoab prajurit daud
mengembalikan absalom karena kerinduan daud. Namun absalom membuat kesepakatan
gelap melalui tawanan2 israel yg akhirny membenci dau 2 sam 15. namun kemudian suatu hri org2 daud pergi ke
israel untk kmbali menguasainya n bertmu dg org2 absalom. Tpi sblmnya daud
berkata bahwa 'baca 2 sam 18:5' alaupun sesungguhny ini semua sdh terlambat.
Sumber : Ibu Pipin Ikawati